Pengelolaan Sampah Tangsel, Pemkot Serang Tunggu Keputusan Warga

Serang, Satubanten.com- Perjanjian kerjasama pengelolaan sampah dengan Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) dan Pemkot Serang belum final. Pasalnya, Pemkot Serang menyerahkan keputusan kepada masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong.

Hingga kini, masih banyak warga disekitar TPSA Cilowong yang menolak pengelolaan sampah dari Pemkot Tangsel.

“Dengan adanya pro dan kontra ini. Jadi saya tegaskan, apabila ada yang tidak setuju terutama masyarakat setempat. Maka Pemerintah Kota Serang tidak akan nekat membuat perjanjian kerjasama,” ujar Walikota Serang Syafrudin, di Serang, Jum’at(19/2).

Syafrudin mengatakan, jika masyarakat setempat telah menyetujui kerjasama pengelolaan sampah dari Tangsel. Pihaknya akan segera membawa draf kerjasama itu ke DPRD Kota Serang untuk meminta persetujuan.

“Menurut saya ini sifatnya menguntungkan untuk masyarakat setempat, pembenahan TPSA Cilowong, dan tenaga kerja. Terlebih ada potensi usaha. karena sampah itu bukan berarti dibuang begitu saja,” ujarnya.

Syafrudin menjelaskan, dari kompensasi anggaran pengelolaan sampah yang diusulkan sebesar Rp 48 miliar, rencananya di tahun pertama akan difokuskan 100 persen untuk pembenahan sarana dan prasarana di TPSA Cilowong.

Kemudian, di tahun berikutnya jika sudah selesai membenahi infrastruktir TPSA. Manfaat dari kerjasama itu akan dipergunakan untuk pembiayaan pembangunan yang lain.

“Sarana di TPSA saat ini tidak memadai, karena mesin karbon untuk mengolah sampah, hanya dapat memproduksi sekitar 5-10 ton per-hari,” terangnya.

Lalu dari masyarakat kedua Kampung di dekat TPSA memang ada yang setuju, tetapi dengan beberapa syarat yang diajukan kepada Pemkot Serang.

Syafrudin berharap, persyaratan yang diajukan tidak terlalu sulit untuk direalisasi oleh Pemkot Serang.

“Sebab menjadi tidak mungkin ketika harus membiayai pendidikan dari SD sampai dengan S3,” pungkasnya. (Rls/009)

You might also like
Comments
Loading...