Pengamat: Teror Paris Dilakukan Oleh Keluarga Radikal

Paris (9/1/2015), SatuBanten – Xavier Raufer, pakar terorisme yang juga mantan perwira polisi, mengatakan bahwa penyerang kantor majalah Charlie Hebdo tidak memiliki hubungan apa pun dengan Al-Qaeda, atau organisasi teroris internasional lainnya.

“Ini kelompok keluarga, bukan organisasi teroris internasional. Meski serangan tampak sangat terencana dan hati-hati, mereka tetap bukan kelompok teroris besar, tapi hanya keluarga radikal,” ujar Raufer kepada kantor berita Anadolu.

Cheriff Kouachi, yang pernah dipenjara tahun 2008 karena menghasut anak-anak muda untuk berperang di Irak, tidak menjadi radikal di keluarga atau lingkungan, tapi di penjara.

Ia berkomunikasi dengan Said Kouachi, saudaranya, dan Hamyd Mourad, secara intensif.

Fakta ini, masih menurut Raufer, membuat polisi Prancis mengabaikan Kouachi Bersaudara. Polisi lebih suka memprioritaskan pengawasan pada orang-orang yang berperang di Irak dan Suriah, atau yang menyatakan berminat berangkat ke dua negara itu untuk bertempur.

“Pilihan ini memiliki konsekuensi tidak menguntungkan,” ujar Raufer.

Sejauh ini polisi Prancis masih menyebut Kouachi Bersaudara dan Hamyd Mourad memiliki kaitan dengan Al-Qaeda. Ada yang mengatakan ketiganya sempat dilatih perang di Yaman. (Ahmad/BSB/B01)

You might also like
Comments
Loading...