Pengamat: Rano Cederai Kepercayaan Masayarakat

Serang (20/1/2014), SatuBanten – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno dinilai tidak konsisten dalam upaya memberantas korupsi di Provinsi Banten. Dua pejabat yang telah ditetapkan sebagai tersangka koruptor malah diangkat menduduki jabatan strategis.

Pada 2 Juni 2014 lalu, Rano melakukan rotasi terhadap 267 pejabat eselon II, II dan IV. Dilanjutkan pada 9 Januari 2015, Rano melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Banten dan beberapa pejabat eselon dua di lingkup Pemprov Banten.

Ironisnya, Saat itu, mantan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman (SDAP) Iing yang sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dilantik Rano menjadi kepala Asisten Daerah (Asda) 1. Iing sendiri menjadi tersangka kasus korupsi pada proyek Pembangunan Prasarana Pengaman Pantai Normalisasi Muara Pantai Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang senilai Rp4,8 miliar.

Rotasi terakhir, yakni pada 15 Januari. Rano melantik Sutadi, tersangka kasus korupsi pada pembangunan jembatan di Kedaung, Tangerang, senilai Rp23,42 miliar dan terdapat kerugian negara hingga Rp 16 miliar.

Sutadi disangkakan melakukan korupsi sewaktu masih menjabat sebagai kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Banten. Sutadi dikenakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kini Sutadi menjabat sebagai staf ahli Gubernur Banten.

“Tidak ada upaya positif terhadap pemberantasan korupsi dan Rano melakukan blunder politik,” ungkap pengamat politik dari Universitas Serang Raya (Unsera) Banten, Abdul Malik.

Pernyataan Malik ini terkait pelantikan yang dilakukan Rano terhadap Dua pejabat yang tersandung kasus dugaan korupsi. Bahkan, kedua pejabat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Rano tak menggubris keinginan publik yang menginginkan Banten lebih bersih, dibandingkan dengan kepemimpinan Ratu Atut saat ini bisa dibilang Rano sama saja. Bisa dikatakan saat ini Rano mencederai kepercayaan masyarakat,” kata dia.  (Ahmad/BSB/B01)

You might also like
Comments
Loading...