Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Pengamat: Kepentingan Ekonomi Tidak Boleh Dijadikan Alasan Melakukan Aktifitas Liar di Halimun-Salak

Bayah (7/12/2019), SatuBanten – Banjir bandang yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Lebak pada Jumat (6/12/2019) diduga terjadi bukan karena bencana alam semata. Warga menduga alih fungsi hutan di kawasan tersebut memberi andil terjadinya banjir dan tanah longsor.

Hal itu diungkap oleh Muhidin (45) salah satu warga Suwakan Bayah saat ditemui di lokasi, Sabtu (7/12/2019). Hari ini sejumlah warga menggelar kerja bakti membersihkan lumpur yang masuk terbawa air kedalam rumah.

“Kalau kami lihat ini bukan sekadar bencana alam saja, tetapi juga ada alih fungsi lahan di sekitar perbukitan dan hutan di Gunung Halimun-Salak,” kata Muhidin.

Muhidin juga mengatakan seharusnya aparat di wilayah tersebut lebih sering melakukan patrol di sekitar wilayah Bayah dan Cibeber. “Sudah parah kerusakan hutan di kawasan hutan dan Taman Nasional. Banyak Gurandil (penambang emas liar-red) yang melakukan aktifitas,” ungkap Muhidin kepada SatuBanten.

BACA JUGA : WH Instruksikan Penanganan Banjir dan Tanah Longsor Sesegera Mungkin

Pantauan Satu Banten di sekitar hutan yang membelah jalur jalan Citorek hingga Warung Banten, ratusan dan bahkan ribuan penambang yang bergerombol melakukan penambangan emas dan penebangan hutan secara sporadis. Para penambang melakukan aktifitas dalam bentuk koloni berkelompok tanpa ada surat izin resmi namun dilakukan secara terang-terangan.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Tanara Institute, Irfan Dadi berharap adanya pengawasan dan patrol secara rutin yang dilakukan oleh aparat keamanan dan bukan hanya oleh polisi hutan. “Pemerintah harus bertindak tegas terhadap para penambang liar yang sudah cukup meresahkan. Bukan hanya alasan ekonomi namun sudah mengancam keamanan lingkungan dan pelestarian alam,” ungkap Irfan kepada Satu Banten.

BACA JUGA : Masuk Parit, Mobil Rescue Dinsos Lebak Alami Kacelakaan

Lebih lanjut, Irfan berharap agar para pemangku kepentingan setempat untuk melakukan konsolidasi dan sosialisasi. Agar masyarakat sekitar memiliki kesadaran menjaga lingkungan. Dia menegaskan penegakan hukum akan dilakukan jika ada yang terbukti bersalah melakukan alih fungsi hutan yang bisa merugikan masyarakat banyak. “Alasan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan dalam merambah hutan,” ungkap Irfan.

Banjir bandang di kawasan Citorek, Cisungsang dan Bayah terjadi pada Jumat petang kemarin menyusul hujan dengan intensitas tinggi di sekitar Halimun Salak. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...