Pengadilan China Anulir Vonis Mati Seorang Pemuda

Beijing (16/12/2014), SatuBanten – Pengadilan Rakyat Mongolia mengumumkan hari Senin (15/12), mereka menganulir vonis bersalah terhadap Huugjilt yang dijatuhi hukuman atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan pada 1996, yang waktu itu berumur 18 tahun ketika dijatuhi hukuman mati.

Dikutip dari China Daily, pengadilan tersebut menyatakan bahwa si terdakwa didapati “tidak bersalah.” Deputi kepala pengadilan, Zhao Jianping, menyampaikan “permintaan maafnya dengan tulus” kepada orangtua Huugjilt.

Namun, kasus tersebut tidak selesai begitu saja. Selama satu dekade terakhir keluarga Hugjilt berupaya membuktikan bahwa pemuda itu tidak bersalah, terutama setelah seorang pria mengaku sebagai pembunuh sebenarnya pada 2005.

Pengadilan Tinggi pun kembali menggelar kasus pembunuhan itu pada November lalu. Pada saat bersamaan, kepolisian melakukan penyelidikan ulang.

Hasilnya, pengakuan Hugjiltu tidak klop dengan laporan autopsi. Bukti-bukti lainnya pun tidak bisa mengaitkan Hugjiltu secara langsung, semisal bukti DNA yang diajukan ke pengadilan.

Media pemerintah menerbitkan foto-foto seorang pejabat yang menyerahkan surat putusan pengadilan kepada orang tua Huugjilt yang meratap di rumah mereka. 

Sebagai konsekuensinya, wakil ketua pengadilan memberikan kompensasi kepada orang tua Hugjiltu sebesar 30.000 yuan atau setara dengan Rp372,4 juta.

Uang itu, menurut wakil ketua pengadilan, ialah sumbangan pribadi ketua pengadilan dan bukan pembayaran resmi dari pengadilan. (CDS/Ahmad/B01)

You might also like
Comments
Loading...