Pengacara Tuding PHI Bandung Keliru Atas Gugatan 116 Guru

Indramayu, (18/07/2018) satubanten.com – Majelis Hakim hubungan industrial pada Pengadilan Negeri Bandung, 4 Juni 2018 lalu telah terdapat kekeliruan penghitungan gugat 116 Guru.

Hal tersebut tertuang dalam salinan putusan majelis hakim menghukum tergugat untuk membayar pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak kepada para penggugat.

Ketua Majelis Hakim PHI Bandung, Waspin Simbolon Mengatakan menolak provisi para penggugat untuk seluruhnya.

“Mengabulkan gugatan para penggugat untuk sebagian,” kata majelis hakim.

Sedangkan, Kuasa hukum 116 guru dari LBH Bandung Hardiyansyah mengatakan terdapat kekeliruan dalam menggabungkan antara upah dan tunjangan profesi guru.

“Upah adalah kewajiban yayasan yang harus diberikan kepada para guru sedangkan Tunjungan profesi adalah penghargaan dari pemerintah terhadap profesi,” ungkapnya.

Kekeliruan lainnya ditambahkan lagi oleh Mustakim sebagai Koordinator 116 guru mengenai pertimbangan penghitungan gugatan guru berdasarkan bukti T-40 C.

Masih katanya dalam salinan putusan pengadilan hubungan industrial pada pengadilan bandung halaman 176. No.46 dari 229 putusan Nomor 11/Pdt.Sus-PHI/2018/PN.Bdg.

” Bukti T-40C adalah pembayaran insentif tim pembangunan bulan Maret 2013,” katanya saat diwawancarai megapolitanpos.com, Sabtu (14/7).

Inilah kekeliruannya, kami ini guru kenapa disamakan dengan mereka. ” Sedangkan Guru itu mendapatkan sertifikasi,”pungkasnya. (sbs028)

You might also like
Comments
Loading...