Pendidikan Agama Islam Sebagai Benteng Moral

Oleh:

Nur Aprilia Winataputri

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin Banten

OPINI – Pendidikan Agama Islam adalah suatu pembelajaran seputar tentang Islam yang ada kaitannya dengan akhlak, tauhid dan ibadah. Pada dasarnya Pondok Pesantren merupakan salah satu lembaga Pendidikan Islam yang mana untuk membentuk sebuah karakter yang mulia, berjiwa kepemimpinan, dan untuk menumbuhkan solidaritas yang tinggi terhadap sesama. Disisi lain juga siswa dididik untuk lebih mandiri dan tidak mengandalkan suatu pekerjaan kepada orang lain, sehingga hal tersebut akan menumbuhkan kemandirian.

Pada umumnya tidak semua siswa yang tinggal di Pesantren tersebut memiliki sifat yang selalu terpandang positive saja. Banyak sekali siswa yang memiliki akhlak yang kurang baik dikarenakan ada diantara salah satu dari mereka yang menjadi provokator atau pengaruh negative, sehingga menjadi penyebab yang sangat besar dan menjadikan pergaulan yang tidak sehat, karena hanya satu penyebab saja.

Terkadang hal kecil yang bersifat negative jika kita sepelekan akan menimbulkan hal besar sehingga menyebabkan pengaruh terhadap siswa lainnya. Maka dari itu sebagai peranan seorang guru atau lebih sering disebut ustad/ustdzah berhak mencegah dan menegur siswa tersebut, sehingga anak tersebut harus di beri bimbingan dan arahan serta peringatan agar siswa tersebut tidak mengulangi hal yang sama.

Tidak mudah halnya menjadi seorang guru yang merubah sifat siswa yang berakhlak kurang baik dan menjadikan mereka agar lebih baik. Hal tersebut membutuhkan proses dengan jangka waktu yang cukup lama, sehingga mampu mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dari bimbingan yang terus-menerus diberikan oleh seorang guru terhadap siswanya, akan memberikan dampak positive bagi para siswa dan menjadi anak yang memiliki sikap lebih sopan dan santun.

Nilai-nilai akhlak yang berlaku di Pesantren akan tetap menjadi ukuran utama, karena dengan akhlak itu seorang anak didik memanfaatkan potensi akalnya untuk membentengi diri dari segala perubahan tata nilai yang terjadi di masyarakat. Pendidikan akhlak di Pesantren menjadi tolak ukur yang membangun jiwa santri agar mempunyai rasa terima kasih kepada para guru, orang tua, atau siapapun yang turut berjasa dalam perjalanan hidupnya. Dengan akhlak pun solidaritas dibangun agar para santri punya kepekaan dan kepedulian terhadap orang-orang disekelilingnya, terutama pada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan.

Dari jejak dan langkah pengalaman hidup tersebut oleh seorang guru, dapat kita simpulkan bahwasanya dengan pengalaman tersebut sehingga akan semakin terhubung erat dengan adanya harmoni dan kesenyawaan antara pengalaman hidup yang dijalani, dengan realitas dan perkembangan Pendidikan pesantren.

Demikianlah artikel yang saya buat semoga bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya bagi para pembaca. jika ada perkataan atau kalimat yang kurang tepat, mohon saran dan kritikannya kearah perbaikkan. (***)

You might also like
Comments
Loading...