Penderita Asma Beresiko Lebih Cepat Pikun

Healt, (25/11/14) SatuBanten- Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pasien asma lebih berisiko menderita demensia (pikun atau penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak). Studi ini dilakukan oleh Yi-Hao Peng di Departemen Terapi pernapasan, China University Medical Hospital di Taiwan. Studi ini diterbitkan dalam Journal of Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat.

Peneliti menganalisis sekitar 13.000 penderita asma yang didiagnosis antara tahun 2001 hingga 2003. Untuk setiap pasien asma, para peneliti memilih empat orang lain yang memiliki karakteristik yang sebanding, seperti usia dan jenis kelamin.

“Kami menemukan bahwa pasien asma memiliki risiko lebih besar terkena demensia. Secara keseluruhan, laki-laki memiliki tingkat yang lebih tinggi dari demensia dibandingkan wanita. Risiko tersebut lebih rendah bagi perempuan bahkan setelah para peneliti mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, kunjungan ke dokter dan penggunaan kortikosteroid oral,” kata salah seorang peneliti, Yi- Hao Peng, seperti dilansir dari laman Health Me Up, Selasa (25/11/14).

Orang tua memiliki risiko lebih tinggi menderita demensia dibandingkan pasien asma yang lebih muda, sebuah temuan yang menegaskan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa usia adalah salah satu faktor risiko terbesar untuk demensia.

Orang-orang yang sebelumnya telah menderita stroke memiliki risiko terkuat mengembangkan demensia, diikuti oleh orang-orang yang memiliki fibrilasi atrium, trauma kepala, diabetes; tekanan darah tinggi dan kolesterol. Penelitian ini juga menyebutkan bahwa risiko ini demensia meningkat dengan frekuensi darurat terkait asma dan penerimaan ke rumah sakit.

Memang masalah ini perlu diteliti lebih lanjut, tetapi ada beberapa kemungkinan yang bisa menghubungkan asma dan demensia. Misalnya, kondisi kesehatan melibatkan peradangan.

Kemungkinan lain adalah bahwa paru-paru pasien asma dapat menderita kekurangan oksigen terus-menerus, yang mengarah ke produksi bahan kimia otak yang menyebabkan demensia. Menggunakan kortikosteroid untuk mengobati asma dapat mempercepat penyusutan otak, yang meningkatkan risiko mengembangkan demensia.

Penelitian ini tidak memperhitungkan faktor-faktor gaya hidup seperti pendidikan, pekerjaan, olahraga, rencana diet dan kebiasaan berbahaya seperti merokok, dimana semua mungkin faktor ini dapat berkontribusi pada risiko lebih tinggi terkena demensia. (BSB/005)

You might also like
Comments
Loading...