Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Pemuda Zaman Now, Radikalisme dan Ideologi Dibahas Tuntas Tokoh Masyarakat

Serang (13/12/2019) SatuBanten.com – Mahasiswa zaman now memiliki peran penting dalam mencegah radikalisme dan terorisme. Istilah mulutmu harimaumu, jaringmu adalah cakarmu memiliki arti “Apapun yang kita lakukan terutama di media sosial bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak dinginkan.

Berikut disampaikan oleh Rizki Ikhwan S.STp, M.Si, dari Kominfo Serang. Saat menjadi pemateri dalam acara dialog kebangsaan dalam pencegahan radikalisme yang Digelar oleh Aliansi Pemuda Peduli Negeri (APPN) di salah satu rumah makan di Kota Serang, Jumat, (13/12).

“Hal itu disebabkan oleh minimnya pemahaman yang diterima sehingga dialog-dialog seperi ini sangat diperlu kan dimana bertemunya guru dengan murid secara langsung akan membangkitkan pemahana,” ujarnya

Selain itu, sebagai mahasiswa, menghidupkan lagi lagu-lagu nasionalisme terutama di lingkungan pendidikan, karena melalui itu akan membantu timbulnya jiwa-jiwa nasionalisme. Hal ini sederhana namun cukup bermakna dalam memunculkan rasa nasionalisme.

“Buatlah gerakan pemahaman ideologi bangsa kita, jangan hanya dimulut namun perlu kita aplikasikan melalui gerakan gerakan mahasiswa. Pendidikan formal, non formal dan imformal,” tuturnya

Menurutnya, boleh mengadakan demonstrasi besar-besaran namun perlu untuk diarahkan dengan mendengungkan ideologi dasar bangsa kita yaitu Pancasila.

“Gerakan-gerakan ini perlu kita mulai dari lingkungan terkecil kita yaitu keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa peran keluarga juga sangat penting dalam melindungi ideologi bangsa,” pungkasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa dan pemuda untuk bersama-sama, membalas kebaikan tanah air kita yang telah berbaik hati kepada kita sejak kita lahir, mari berkarya lebih baik, cintai tanah air, dan saling menghargai antar umat beragama, antar suku dan antar budaya.

Selanjutnya dijelaskan oleh Dr. Ali Muhtarom M.Si, (Sekretaris program studi MPI S3 UIN SMH Banten). Dalam kesempatan itu ia mengungkapkan terimakasihnya kepada seluruh rekan-rekan seperjuangannya yang telah mengikuti acara tersebut.

Dengan tegas ia mengatakan akan mendukung Kiyai kebangsaan dan para ustadz serta membela merah putih sampai mati. Rasullullah pernah berpesan “bertemulah kalian untuk saling bersalam-salaman dan mengucap salam”.

“Diera reformasi dan pasca reformasi , banyak orang memanfaatkan konten agama untuk mendapatkan kekuasaan, akhirnya lahirlah generasi media sosial yang dampak negatifnya adalah ujaran kebencian atau nyiyir,” katanya.

Menurutnya, perlu untuk bisa membedakan mana itu agama dan paham keagamaan. Amandemen UUD dan pancasila telah jelas, bahwa negara kita ini tidak hanya terdiri dari satu agama, didalamnya ada Islam, Kristen, Khonghucu, Budha, Hindu dan yang mayoritas itu agama Islam. Sehingga Islam kerapkali digunakan sebagai alat untuk mendapatkan kekuasaan.

“Dari sinilah timbul radikalime karena kita belum bisa membedakaan keberagaman, sehingga membuat kita inklusif, menganggap paling benar dan menyalahkan orang lain,” tegasnya

Terakhir ia menjelaskan bahwa apabila sudah tidak bisa membedakan antara agama dan keberagamaan maka solusinya adalah dengan, tawasut (moderat), tawasol (i’tidal), tegak lurus membela kebenaran yang bersifat universal, dan tasamuf (toleransi). (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...