Pemprov Banten Akan Ubah Kawasan Kumuh Menjadi Taman Hijau Di Lebak

Serang, (25/12/2018) Satubanten.com – Pemprov akan bangun Taman Hijau untuk bermain anak-anak, di Kabupaten Lebak, khususnya Rangkasbitung. Masyarakat Lebak tengah berbahagia, sebab, dalam waktu dekat, wilayah ini akan punya taman hijau bermain anak-anak seperti di kota-kota besar lainnya.

Adalah Taman Selahaur, yang sebelumnya merupakan pemukiman kumuh, namun kini disulap menjadi taman hijau untuk bermain anak-anak.

Taman Selahaur, yang terletak di Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, ini adalah satu di antara sejumlah permukiman kumuh yang disulap menjadi taman hijau di Provinsi Banten.

Gubernur Banten Wahidin Halim menyebut, ada tiga kawasan kumuh lain yang dipermak, masing-masing berada di Ibu Kota Kabupaten Lebak, Kota Serang, dan Kabupaten Pandeglang.

“Tapi, yang paling lengkap dan paling luas di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, ini semacam , pilot project ke depannya, kawasan pemukiman kumuh lain di Banten akan dipercantik seperti di Taman Selahaur,” kata Wahidin, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, Rabu (19/12/2018).

Mantan Wali Kota Tanggerang ini mengatakan, jika alih fungsi pemukiman kumuh menjadi Taman Hijau, adalah bagian dari program untuk menghapuskan pemukiman kumuh di Banten pada 2019.

Ini juga selaras dengan program Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku dari Pemerintah Pusat. “Kita targetkan 2019 Banten terbebas dari pemukiman kumuh, dari sebelumnya 352 hektare pemukiman kumuh, sudah kita bebaskan sekitar 260 hektare, termasuk Taman Selahaur ini,”  tandas Gubernur Banten.

Taman Selahaur memiliki luas sekitar 9,7 hektare, dan berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Lebak di Rangkasbitung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten, M Yanuar saat ditemui di kantornya, menuturkan, Taman Salahur dibangun di atas lahan milik negara.

Sebelumnya, lahan ini merupakan bekas aliran Sungai Ciujung lama yang sudah tidak berfungsi lagi alias menjadi kali mati.

“Itu sebelumnya kali mati, kondisinya sangat kumuh karena menjadi tempat pembuangan limbah warga, kita lihat bisa dibuat jadi RTH, dan akhirnya jadi seperti sekarang ini,” pungkasnya. (SBS/ULMA).

You might also like
Comments
Loading...