Pemkot Tangerang Pastikan Stok Beras Cadangan Pangan Aman

Tangerang (27/09/18), satubanten.com – Pemerintah Kota Tangerang memiliki Stok 284 ton beras. Beras ini dipergunakan sebagai Cadangan pangan daerah saat terjadi bencana dan kelangkaan pangan. Kabid ketersediaan distribusi dan kerawanan pangan pada Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Ramdan Lubis mengatakan, pengadaan cadangan pangan daerah merupakan kewajiban Pemerintah daerah dalam menyiapkan pangan yang dipergunakan saat terjadi bencana dan kelangkaan pangan.

 

Saat ini tersedia 284 ton beras kualitas medium tersimpan di Bulog Divre Tangerang sejak pengadaan dari tahun 2015 lalu.

 

“Pemkot Tangerang sudah tiga kali pengadaan cadangan pangan, Penggunaannya sebagai cadangan pangan saat kondisi luar biasa seperti bencana dan kelangkaan pangan,” ujarnya.

 

Menurutnya cadangan pangan di Kota Tangerang termasuk terbesar se Propinsi Banten. Selain itu kondisi pasokan pangan di Kota Tangerang sampai saat ini belum pernah mengalami kelangkaan.

 

“Beras di Kota Tangerang cukup dan belum pernah kekurangan,” ucapnya.

 

Ia menjelaskan cadangan pangan daerah sesuai dengan aturan Pemerintah pusat yakni Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Aturan ini, mengatur bahwa Pemerintah termasuk Pemerintah Daerah memiliki cadangan pangan

 

Adapun penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah dilakukan untuk menanggulangi kekurangan Pangan, Gejolak harga Pangan, bencana sosial; dan/atau keadaan darurat.

 

Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menambahkan, masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan beras sebab Pemkot akan tetap melakukan pengawasan dan memastikan stok di pasaran tetap ada.

 

Masyarakat pun bisa melihat ketersediaan beras di suatu pasar tradisional melalui Aplikasi SEGAR yang ada di Portal Tangerang LIVE, termasuk dengan harganya. “Ketersediaan bahan pokok aman untuk saat ini. Kami juga berikan ketersediaan selama bulan puasa dan lebaran serta akhir tahun,” paparnya.(sbs03/hms)

 

You might also like
Comments
Loading...