Pemkot Serang Akan Tertibkan Sejumlah Depot Air Minum Isi Ulang Yang Belum Berizin

Serang (10/9/2019) Satubanten.com –Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (SPMPTSP) akan melakukan penertiban terhadap  Sejumlah depot air minum isi ulang di Kota Serang belum mengajukan perizinan operasi usaha dari pemerintah.

Kepala Bidang Perizinan non B SPMPTSP Kota Serang Sukanta mengatakan, hingga saat ini sebagian depot pengisian air isi ulang belum mengajukan mengenai perizinan operasi usaha. Sehingga, ini membuat kekhawatiran bagi masyarakat. Sebab, masih banyak depot yang hingga saat ini belum teruji kelayakannya.

“Kalau jumlah secara keseluruhan, saya tidak tahu karena belum melakukan pengecekan. Namun dalam proses perizinan depot isi ulang air minum itu belum ada yang melakukan pengajuan terkait izinnya. Mungkin sebagian sudah ada, tapi yang saya tau, memang belum ada,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/9)

Saat ini pihaknya sedang melakukan penertiban izin terkait depot air minum isi ulang. Namun, untuk melakukan pengecekan mengenai kelayakan air minum yang diperjual-belikan, DPMPTSP harus bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yang dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes).

Menurutnya, depot air minum isi ulang merupakan hal komersial yang bersentuhan dengan masyarakat banyak. Maka, harus berizin supaya terjamin kelayakan dan kesehatannya. “Dalam pembuatan izin ini beberapa OPD terlibat termasuk Dinkes Kota Serang, dan ini masuk dalam ranah Dinkes. Jadi kalau sudah ada rekomendasi dari Dinkes baru kami tindaklanjuti,” ucapnya

Adapun syarat untuk mengurus izin depot air, pihaknya harus menerima rekomendasi dari tim Dinkes. Apabila tidak mengantongi rekomendasi, maka izin usaha depot air itupun tidak bisa dikeluarkan. “Karena yang tau sehat atau tidaknya, dan layak atau tidaknya air itu ya Dinkes. Jadi kami tidak akan mengeluarkan izin kalau tidak ada rekomendasi dari OPD terkait,” katanya.

Sementara, Kepala Dinkes Kota Serang Ikbal mengakui, sampai saat ini belum melakukan uji kelayakan secara menyeluruh terhadap depot air minum isi ulang. “Kami sudah melakukan tindakan jemput bola dengan program pengawasan tapi tidak menjangkau secara keseluruhan hanya sebagian saja,” katanya.

Ia menjelasakan, sebanyak 50 persen depot air minum isi ulang yang ada di Kota Serang tidak melakukan uji kelayakan. Sehingga belum bisa dipastikan keamanan, kelayakan dan kebersihan, serta terbebas dari bakteri.

“Memang sampai saat ini dapat dipastikan belum bebas dari bakteri. Itupun menjadi tantangan bagi kami, tapi nanti, kami akan koordinasi dengan yang punya wilayah. Baik itu kelurahan maupun kecamatan untuk mendorong para pelaku usaha depot air minum isi ulang untuk datang ke Dinkes, dan memeriksakan kelayakan air,” ucapnya.

Adapun syarat dalam mengajukan tes kelayakan air, kata dia, pengusaha depot air minum isi ulang cukup membawa sampel air dan filter air. Kemudian, pihaknya akan memeriksa dan merekomendasikan air tersebut layak atau tidak untuk dikonsumsi. “Dalam pengajuan uji kelayakan air akan membebankan biaya kepada si pengusaha diatas angka kisaran Rp 100 ribu ke atas,” ujarnya. (SBS)

You might also like
Comments
Loading...