Pemkot Cilegon Tinjau Pusat Perbelanjaan Jelang Penerepan Kebijakan New Normal

Cilegon (04/06/2020), Satubanten.com – Jelang penerapan kebijakan tatanan kehidupan baru atau New Normal, pemerintah Kota Cilegon tinjau Mall dan Pusat perbelanjaan, Kamis (04/06). Sidak dan tinjauan tersebut dilakukan untuk memastikan  penerapan protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Saat melakukan peninjauan di Cilegon Center Mall (CCM), Walikota beserta unsur Forkopimda Kota Cilegon mengatakan bahwa sesuai ketentuan yang telah ditetapkan bahwa dalam selama pemberlakukan kebijakan New Normal, Mall dan pusat perbelanjaan dizinkan untuk menambah jam operasional dengan syarat menjaga ketat protokol kesehatan.

Selain itu, Walikota Cilegonj, Edi Ariyadi juga menghimbau pihak pengelola untuk  Mall untuk membatasi jumlah pengunjung yang ada.  Hal ini dilakukan untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 dan memastikan standar physycal distancing dapat diberlakukan.

“Untuk mengetahui sudah berapa banyak jumlah pengunjung yang, disini kan ada checker, jadi kita batasi itu maksimal 40 persen dari kapasitas.  Kita juga ingin ada punishment untuk masyarakat yang lupa pakai masker. Sanksinya bisa mungkin disuruh pulang, atau mungkin kita ganti seperti disuruh push up atau disuruh nyanyi , biar dia ingat. Sedangkan untukk gerai yang tidak mengikuti protokol, akan kita tutup,” kata Edi.

BACA JUGA : Dua Orang Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kota Cilegon Masih Zona Kuning

Senada dengan Edi,  Abadiah selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon mengataklan bahwa penerapan sanksi terhadap pihak pengelola pusat keramaian dapat dilaksanakan bila pihak pengelola atau gerai terbukti mengabaikan protokol kesehatan.

“Kalau di CCM  kan kapasitasnya sepuluh ribu, kalau pengunjungnya berlebih  atau  mencapai 40 persen, itu tidak boleh. Kan harus ada physical distancing,” tuturnya.

Kebijakan tersebut menurut Abadilah hanya berlaku bagi pengelola pusat perbelanjaan dan Mall. Sedangkan untuk pasar tradisional, sanksi tersebut tidak diberlakukan, Namun dirinya mengatakan, bahwa pengunjung pasar tradisional akan terus dihumbau dan diingatkan untuk tetap mematuhi protokol klesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kalau di pasar tradisional, kita terus ingatkan ke pengunjung dan pedagang agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Jadi kalau jumlah pasien Covid-19 di Cilegon itu bertambah, kebijakan ini juga akan kita kaji,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...