Pemerintah Siap Eksekusi Terpidana Mati Gembong Narkoba

Cilacap (17/1/2014), SatuBanten – Jelang eksekusi mati di Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah, lima peti mati dibawa masuk ke penjara kelas kakap tersebut, menjelang pelaksanaan eksekusi lima terpidana kasus narkoba.

Berdasarkan pantauan di halaman Dermaga Wijayapura, Cilacap, lima peti mati yang diangkut menggunakan lima mobil ambulans. Peti tersebut tiba di tempat penyeberangan menuju Pulau Nusakambangan itu sekitar pukul 14.30 WIB.

Eksekusi mati yang rencananya akan dilaksanakan pada Ahad (18/1) dini hari itu diduga berlokasi di kawasan Nirbaya, Pulau Nusakambangan. Kawasan Nirbaya yang merupakan bekas penjara di zaman penjajahan Belanda, selama ini dikenal sebagai lokasi eksekusi mati.

Lima terpidana mati yang akan dieksekusi, yakni Ang Kim Soei (62) warga Negara Belanda, Namaona Denis (48) Warga negara Malawi, Marco Archer Cardoso Mareira (53) warga negara Brasil, Daniel Enemua (38) warga negara Nigeria, dan Rani Andriani atau Melisa Aprilia (38) warga negara Indonesia.

Tata cara pelaksanaan hukuman mati atau pidana mati diatur dalam Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan peraturan lain yaitu UU No 2/Pnps/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati yang Dijatuhkan oleh Pengadilan di Lingkungan Peradilan Umum dan Militer.

Dalam Pasal 1 UU No.2/Pnps/1964 disebutkan antara lain bahwa pelaksanaan pidana mati yang dijatuhkan pengadilan di lingkungan peradilan umum atau peradilan militer, dilakukan dengan ditembak sampai mati.

Sementara pada Pasal 10 disebutkan, eksekusi pidana mati dilakukan oleh regu penembak dari Brigade Mobil (Brimob) yang dibentuk kepala kepolisian daerah di wilayah kedudukan pengadilan yang menjatuhkan pidana mati. Regu tembak tersebut terdiri dari seorang bintara, 12 orang tamtama, di bawah pimpinan seorang perwira.

Dalam Pasal 7 juga diatur bahwa jika terpidana mati sedang hamil, maka pelaksanaan pidana mati baru dapat dilaksanakan 40 hari setelah anaknya dilahirkan.

Pengaturan yang lebih teknis mengenai eksekusi pidana mati diatur dalam Peraturan Kapolri No 12 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati. Dalam Pasal 4 Perkapolri 12/2010 ditentukan tata cara pelaksanaan pidana mati yang terdiri dari tahapan-tahapan yaitu Persiapan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengakhiran. (Ahmad/BSB/B01)

You might also like
Comments
Loading...