Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam

Oleh :
Nina Muchlisoh
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Mahlana Hasanudin Banten
Jurusan Pendidikan Agama Islam – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Negara Indonesia memerlukan sumber daya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumber daya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Hal ini berkaitan dengan menurunnya nilai moral pada generasi muda.

Pendidikan karakter menjadi sebuah jawaban yang tepat untuk permasalahan tersebut dan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan diharapkan dapat menjadi tempat yang mampu mewujudkan misi dari pendidikan karakter tersebut.

Saat ini proses pembelajaran yang terjadi hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif anak sehingga ranah pendidikan karakter yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional tersebut hanya sedikit atau tidak tersentuh sama sekali. Sedangkan pendidikan karakter merupakan suatu pembelajaran yang diterapkan dalam kegiatan siswa baik disekolah, lingkungan masyarakat dan di lingkungan rumah melalui prose pembiasaan, keteladanaan, dan dilakukan secara berkesinambungan.

Pendidikan agama merupakan salah satu materi yang dapat meningkatkan nilai moral serta nilai-nilai spiritual dalam diri anak. Hal tersebut menunjukan bahwa pendidikan agama mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah. oleh karena itu, pendidikan agama menjadi salah satu mata pelajaran yang wajib diketahui disetiap tingkatan sekolah.

Dengan ini maka sekolah harus mampu menyelenggarakan pendidikan secara optimal dengan cara mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam lingkungan sekolah yang dilakukan oleh seluruh guru dan peserta didik secara bersama-sama.

Pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama disekolah dapat dilakukan dalam kegiatan intra maupun ekstra sekolah dan lebih mengutamakan pengaplikasian ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator keberhasilan pendidikan karakter adalah jika seseorang telah mengetahui sesuatu yang baik (knowing the good) (bersifat kognitif), kemudian mencintai yang baik (loving the good) (bersifat afektif), dan selanjutnya melakukan yang baik (acting the good) (bersifat psikomotorik).
Disinilah pentingnya pendidikan karakter pada anak dilakukan sejak dini, karena karakter seseorang muncul dari sebuah kebiasaan yang berulang-ulang dalam waktu yang lama serta adanya teladan dari lingkungan sekitar. Pembiasaan itu dapat dilakukan salah satunya dari kebiasaan prilaku keberagamaan anak dengan dukungan lingkungan sekolah, masyarakat dan keluarga.

Jika beberapa hal tersebut dapat terlaksana niscaya tujuan pendidikan nasional dalam menciptakan anak didik yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dapat tercapai. (***)

You might also like
Comments
Loading...