Pejalan Kaki Mengeluh, Tak Ada Trotoar di Jalan Ciwaru

Serang  (23/9/2019) Satubanten.com –   Sejumlah titik yang  berada di sepanjang jalan Cijawa dan Ciwaru belum  memiliki trotoar.  Sehingga, para pejalan kaki pun terpaksa menggunakan bahu jalan yang dianggap cukup membahayakan, karena jaraknya yang terlalu sempit.

Seorang pejalan kaki asal Ciceri, Rahmatullah (25), kondisi jalan seperti itu sangatlah membahayakan pejalan kaki. Apalagi kendaraan lalu lalang di jalan tersebut yang rata-rata melaju dengan cepat. Sehingga dikhawatirkan dapat terserempet kendaraan dan mengakibatkan kecelakaan.

“Keselamatan itu kan yang utama, jadi menurut saya trotoar itu penting bagi pejalan kaki. Apalagi di Ciwaru ini, kan banyaknya mahasiswa sama anak sekolah.  Jadi di waktu tertentu macet, biasanya ada aja tuh yang keserempet atau keinjek kakinya sama ban mobil atau motor,” ujarnya, Senin (23/9).

Selain itu tidak ada trotoar, kata dia, cukup banyak pengendara yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan. Padahal, jarak antara bahu jalan dan jalan raya sangat sempit. “Ini kan kalo siang sama sore banyak yang parkir. Jadi, pejalan kaki itu jalannya dimana, udah mah engga ada trotoar, bahu jalan dipake pula buat parkir,” ucapnya.

Ditempat berbeda, seorang anak Mahasiswa FKIP Untirta   Bustanul arifin  mengatakan, tak jarang  ada keributan antara pejalan kaki, pengendara lain, hanya karena menyebrang jalan. “Kalau disini (Cijawa) bukan cuma engga ada trotoar, tapi juga engga ada zebra cross, jadi suka pada adu mulut,” tuturnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang M Ridwan menjelaskan, jalanan tersebut memang masuk dalam wilayah Kota Serang. Namun, kewenangannya ada pada negera, karena masuk dalam jalan nasional.

“Kalau trotoar, pembangunan jalan itu masuk ke dinas PU. Sedangkan pemeliharaan, itu ada juga yang ditangani oleh perkim, tapi terkait pedestriannya.  Kalau di Cijawa itu masuknya ke jalan nasional, jadi kami tidak ada kewenangan, karena jalan negara,” ujarnya.

Sedangkan yang masuk wilayah serta kewenangannya, kata dia, berada di Jalan KH Sokhari (Kidang), Ciwaru menuju Cikutuk, dan Jalan Abdul Hadi. “Kalau itu memang masuknya di wilayah kami dan kewenangannya juga ada di kami (DPUPR). Untuk yang diwilayah Cijawa itu bukan,” jelasnya.  (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...