Peduli Ibu dan Bayi BSMI Gelar Seminar Parenting

Cilegon (9/12/2018), Satubanten.com – Sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap tingginya angka kegagalan kehamilan dan kematian anak, Lembaga Kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Cilegon menyelenggarakan Seminar Kehamilan dan Parenting dengan tema “Selamatkan Kehamilanmu, Sambut Generasi Cemerlang”. Acara yang dilangsungkan di Aula Gedung DPRD Kota Cilegon tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Dokter Shinta Wishnu Wardhani selaku ketua pelaksana kegiatan tersebut mengatakan bahwa hingga saat ini tingkat kematian bayi masih tinggi sehingga diperlukan pengetahuan dan langkah khusus untuk mencegah hal tersebut. Seminar dan workshop kali ini adalah salah satu langkah yang diambil oleh BSMI Kota Cilegon.

“Sebagai lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan kita peduli dengan keselamatan ibu dan anak, oleh karena itu kita menyelenggarakan kegiatan yang kita beri judul dengan Selamatkan Kehamilanmu, Sambut generasi Cemerlang,” tutur dr. Shinta.

Seminar ini menjadi yang perdana dilakukan oleh BSMI Kota Cilegon, sedangkan untuk di kota lain sudah beberapa kali dilakukan. Selain seminar, BSMI juga melakukan beberapa program yang dikoordinasi oleh bidang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

“Kalau untuk program sebenarnya kita banyak, terutama dalam hal (seminar parenting) ini, BSMI punya yang namanya KIA yakni Kesehatan Ibu dan Anak. Untuk di Cilegon ini yang pertama, kalau di daerah lain sudah beberapa kali kita adakan seminar tapi panitianya itu gabungan dari Kota Serang, Kabupaten Serang, Cilegon terus Pandeglang,” kata Endang Kusnadi selaku Ketua Umum BSMI Kota Cilegon.

Selain seminar KIA BSMI juga melakukan kegiatan pendampingan terhadap ibu hamil untuk tetap menjaga kesehatannya. Monitoring yang dilakukan BSMI kepada ibu hamil biasanya adalah pemantauan metaboliknya. Pemeriksaan dan monitoring ini biasanya dilakukan bersamaan dengan kegiatan baksos.

“Untuk kegiatan KIA sendiri kita punya beberapa program kayak misalnya kita punya baksos juga untuk ibu hamil lalu kita lakukan juga pemeriksaan terhadap kehamilannya, pada metaboliknya menyangkut tekanan darah, kolesterolnya dan gula darahnya juga,” imbuhnya.

Untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menangani kasus-kasus kematian kehamilan, ibu dan anak tersebut, Endang mengatakan bahwa nantinya peserta juga akan ditawarkan untuk menjadi relawan BSMI.

“Untuk peserta sendiri nanti kita tawarkan menjadi relawan BSMI bagi siapa yang bersedia kan sudah ada kontaknya tuh. Nantinya peserta ini kita ikutkan diksar BSMI baru bisa jadi relawan di BSMI,” pungkasnya.

Sebagai lembaga kemanusiaan, BSMI merupakan badan yang sudah diakui setara dengan PMI melalui konferensi Jenewa. Kiprahnya sudah sangat teruji, baik di tingkat nasional maupun internasional. Saat terjadi gempa Palu dan Lombok, BSMI juga menjadi salah satu lembaga kemanusiaan yang aktif dan terdepan dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah terdampak bencana. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...