Pedagang Makanan di Pasar Malam Pandeglang Keluhkan Merosotnya Omzet Saat Corona

Pandeglang, (16/04/2020) Satubanten.com – Maraknya Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah yang banyak diterapkan oleh beberapa perusahaan dan instansi pemerintah saat ini demi mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) berdampak juga pada pedagang yang menggantungkan biaya hidup sehari-harinya lewat berjualan di Pandeglang.

Anar (45) pria asal Rangkasbitung yang biasa berjualan gorengan di Pasar Pandeglang menjelaskan, jika sebelum wabah Corona setiap hari dia bisa memperoleh pendapatan kotor 600 – 700 ribu rupiah, kini pendapatannya tak sampai setengahnya diperoleh.

Anar biasanya mulai berjualan sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, namun kini dipaksa buka hingga pukul 24.00 tetap saja pendapatannya hanya mentok di 200ribu rupiah.

“Sangat berdampak efek Corona ini, jualan saya turun drastis, tapi mau tidak mau saya tetap harus berjualan demi menghidupi keluarga di rumah,” katanya kepada Satubanten.com, Kamis (16/04/2020).

Sementara itu, Aceng (57) asal kampung Cidemang Pandeglang yang sehari-hari berjuaan martabak di Pasar Pandeglang mengatakan, dirinya sangat terdampak dari wabah Corona ini.

Dirinya mengaku biasanya bisa membawa pulang 700 – 800 ribu perhari, namun kini dapat 300 ribu perhari saja sudah lumayan.

“Sekarang jualan sore sampai tengah malam dapat segitu, tapi saya tetap harus jualan, mudah-mudahan virus ini cepat berakhir,” ujarnya dengan raut muka lesu.

Baik Anar dan Aceng keduanya sangat berharap wabah corona ini segera berakhir. Mereka juga berharap pemerintah tidak terlalu berlama-lama menerapkan pemberlakuan WFH, sebab dampak dari itu sangat terasa oleh mereka yang menyambung hidup dengan berjualan secara langsung kepada masyarakat.

“Kalau lama WFH kami bisa tutup total karena pendapatan sangat jauh untuk nutup modal. Semoga kalau ada bantuan sosial kami juga bisa dapat,” harap Aceng. (SBS/011)

You might also like
Comments
Loading...