Pandeglang Masuki Periode Transisi Darurat menuju Pemulihan Bencana Tsunami

Pandeglang (6/1/2019) Satubanten.com – Pasca musibah tsunami yang menerjang lima kabupaten di sekitar Selat Sunda masih menyisakan banyak pekerjaan. Hingga Sabtu (5/1) jumlah total korban tercatat 437 orang meninggal dunia, 9.061 orang luka, 10 orang hilang dan 16.198 orang mengungsi.

Menurut data dari BNPB, Kabupaten Pandeglang yang menjadi daerah paling parah tercatat 296 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, dan 7.972 orang mengungsi. Sebanyak 1.071 rumah rusak berat dan rusak sedang, dan 457 rumah rusak ringan.

Berdasarkan rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Banten disepakati bahwa selesainya masa tanggap darurat pada Jum’at (4/1) maka dilanjutkan dengan periode transisi darurat menuju peralihan mulai 6 Januari hingga 5 April 2019. Selama masa transisi darurat ini akan dibangun hunian sementara (huntara).

Dalam rilis tertulisnya, Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mengungkapkan Huntara dibangun untuk menampung pengungsi yang rumahnya rusak berat dan rusak ringan.

“Huntara diperlukan untuk meminimalisir gejolak sosial dan mengantisipasi musim hujan agar pengungsi dapat lebih nyaman.” tulis Sutopo

Diperlukan waktu selama minimal 2 bulan untuk membangun huntara sebelum dilakukan pembangunan hunian tetap yang waktunya lebih panjang.

Pemda Pandeglang akan mengajukan dana siap pakai ke BNPB untuk pembangunan huntara, sementara untuk pengerjaan fisik huntara akan dilakukan oleh TNI. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...