Padang Ilalang Komplek KSB Dilahap Api

 

Serang, 16 September 2018

Kebakaran akibat pembakaran rumput atau sampah tanpa pengawasan kerap terjadi. Kewaspadaan masyarakat menjadi kunci pencegahan.

Satubanten.com – Komplek perumahan Kota Serang Baru (KSB), digegerkan oleh suara sirine mobil pemadam kebakaran yang melaju kencang. Di sisi jalan, di padang ilalang terlihat kepulan asap pekat dibarengi dengan api yang berkobar. Orang – orang segera berkerumun, menyaksikan kobaran api dan gerak cepat para pemadam kebakaran.

Tidak diketahui dari mana asalnya api tersebut, tiba – tiba kobaran api di padang ilalang dekat komplek perumahan telah membesar. Doni salah satu pemuda yang datang berkerumun mengaku tidak melihat asal api. Dia hanya bisa memperkirakan bahwa api sudah mulai membesar sejak sekitar pukul 15.30 WIB setelah Ashar.

“Saya juga nggak tahu tu mas, tahu – tahu sudah besar. Tapi kemungkinan si itu apinya dari tengah itu yang item – item itu,” tuturnya sembari menunjuk sisa lahan yang terbakar sebelumnya.

Personil Pemadam Kebakaran Telah Siap Sedia Memadamkan Api (Foto : Imam)

Di musim kemarau seperti sekarang ini, rumput – rumput terutama ilalang memang banyak yang mengering sehingga sangat mudah terbakar. Di area perumahan KSB sebetulnya kebakaran semacam ini bukan hanya sekali terjadi. Beberapa minggu sebelumnya warga dibuat khawatir oleh pohon yang mengeluarkan api besar di salah satu dahannya akibat terbakar. Di pinggir jalan, pohon pinang yang telah mengering juga menjadi mangsa keganasan api. Hingga malam hari, api tersebut masih menyala dan percikannya sangat mungkin mengenai warga yang lewat.

Beruntung dalam kebakaran kali ini api belum merambat ke rumah warga. Selain itu tim pemadam kebakaran juga telah datang di lokasi kejadian dengan satu unit mobil pemadam kebakaran dan 2 unit mobil tangki air. Api akhirnya dapat dipadamkan selang beberapa menit saja. Pembakaran sampah atau rumput kering yang kurang pengawasan memang kerap menjadi sebab kebakaran serius, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegahnya.

You might also like
Comments
Loading...