Optimalisasi Pendidikan Agama Pada Anak, Menjadi Pondasi Cegah Tindakan Bullying

Oleh: Arif Rohmatullah, Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah di UIN SMH Banten.

OPINI (12/01/2/2020) SatuBanten.com – Sekolah sebagai sarana memperoleh pendidikan bagi anak-anak dan remaja yang diyakini sebagai penerus masa depan bangsa, harus memberikan pelayanan terbaik kepada siswanya sehingga dapat menciptakan generasi yang diharapkan oleh bangsa.

Pendidikan yang terbaik harus diberikan kepada setiap siswa untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuanya. Namun sayangnya hal tersebut masih sangat jauh dari harapan. Masih banyak kasus-kasus negatif yang sering terjadi di lingkungan sekolah, salah satunya adalah tindakan atau perilaku bullying.

Tentu, kita sering melihat pemberitaan mengenai kasus tindakan bullying di lingkungan sekolah atau melihatnya secara langsung di sekolah terdekat. Banyaknya kasus bullying yang terjadi, menjadikan perilaku ini sebagai tindakan biasa yang senantiasa terjadi di lingkungan sekolah. Padahal tindakan seperti ini sangat berbahaya, yang dapat memberikan dampak negatif bagi pelaku dan korban tindakan bullying.

Dampak dari tindakan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah akan mengarah pada gangguan kesehatan baik fisik maupun mental. Secara fisik, tindakan bullying akan menyebabkan rasa sakit pada tubuh seperti terluka, lebab bahkan sakit parah pada bagian tubuh akibat kekerasan yang dilakukan oleh pelaku bullying.

Adapun secara mental, tindakan bullying dapat membuat korban mengalami ganguan mental seperti depresi, tertekan serta kepribadian yang berubah menjadi tertutup. Dampak tersebut tidak hanya menimpa para korban bullying saja, namun juga berdampak pada pelaku bullying dan orang-orang di sekitar yang menyaksikan tindakan bullying tersebut.

Hal-hal demikianlah yang dapat menimbulkan dekadensi moral pada anak yang terjadi di lingkungan sekolah. Tentunya situsai ini berbahaya bagi perkembangan masa depan anak.

Oleh karena itu perlu penanganan yang serius untuk mengatasi tindakan bullying di lingkungan sekolah agar tidak terjadinya dekadensi moral pada anak. Salah satu upaya yang dapat dillakukan adalah dengan mengoptimallkan pendidikan agama. Pendidikan agama merupakan salah satu pilar dalam memberikan pelajaran moral terhadap anak.

Pengoptimalan pendidikan agama dapat dilakukan dengan metode pembelajaran berbasis karakter. Selain memberikan pengetahuan yang luas, model pembelajaran berbasis karakter ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang baik dan dapat diimplementasikan.

Adapun cara penerapan pendidikan karakter pada pembelajaran pendidikan agama adalah dengan melakukan kegiatan praktek, pelatihan, pemutaran video dan permainan edukasi. Langkah seperti ini dimaksudkan agar siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran, serta tidak merasakan jenuh seperti model ceramah. Dengan demikian, siswa akan mudah menyerap materi dan langsung menerapkannya.

Pengoptimalan pendidikan agama berbasis karakter diharapkan dapat mencegah terjadinya tindakan bullying pada siswa, serta kemasan pembelajaran yang interaktif juga dapat menanamkan nilai  moral pada siswa sehingga siswa akan terhindar dari dekadensi moral. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...