Operasi SAR Diperpanjang 3 Hari, 138 Kantong jenazah Sudah Dievakuasi

“Setelah kami evaluasi dan koordinasi, serta masukan-masukan dari lapangan, operasi SAR kami perpanjang 3 hari,” tegas Kabasarnas

Jakarta (05/11/2018) Satubanten.com – Operasi SAR jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP resmi diperpanjang 3 hari. Hal itu langsung diungkapkan Kabasarnas saat menggelar konferensi Pers di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Minggu (4/11) Siang.

“Setelah kami evaluasi dan koordinasi, serta masukan-masukan dari lapangan, operasi SAR kami perpanjang 3 hari,” tegas Kabasarnas

Dengan penambahan waktu tersebut Kabasarnas berharap dapat segera menyelesaikan operasi tersebut terlebih dengan sinergitas dan soliditas seluruh tim gabungan yang terlibat dalam operasi SAR, baik dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, BPPT, KNKT, KKP, Bea Cukai, Pertamina, dan seluruh Potensi SAR.

Sementara hasil operasi sampai pada hari ke-7 sampai pukul 21.00 , tim SAR telah berhasil mengevakuasi 138 kantong jenazah yang sudah diberi label oleh tim DVI. “Jumlah ini saya pastikan akan bertambah karena tim SAR telah menemukan beberapa korban dalam beberapa kantong jenazah baik di kapal maupun di posko aju di Tanjung Pakis Karawang,” lanjutnya.

Kabasarnas juga menjelaskan, selain korban, tim SAR khususnya para penyelam telah menemukan engine, 1 telah dievakuasi ke Posko Terpadu, satunya dalam kondisi tidak lengkap yang sudah dipastikan koorsinatnya. Untuk roda, 1 lengkap sudah dievakuasi ke Posko Terpadu, sementara 2 roda lainnya dalam kondisi tidak lengkap sudah diketahui posisinya.

Terkait body pesawat, Kabasarnas menjelaskan bahwa tim SAR belum menemukan. “Saya tegaskan, bahwa yang kami temukan dan kami evakuasi adalah bagian skin atau kulit-kulit pesawat cukup banyak di dasar laut. Ini berdasarkan data berupa gambar dan pencitraan dari ROV yang sampai saat telah menyapu area pencarian dengan radius 250 meter persegi,” jelasnya Kabasarnas.

Selanjutnya, Kabasarnas juga menerangkan hasil pencarian CVR pesawat yang sebelumnya sempat terdeteksi Ping Locator meskipun sangat lemah.

“Sinyal yang diterima ping locator sudah ditelusuri oleh penyelam-penyelam gabungan yang handal, yang sudah kita bagi poin per poin area penyelaman, namun belum berhasil ditemukan secara fisik. Posisinya sekitar 50 meter arah barat laut dari pusat pencarian. Kondisi dasar laut berlumpur, kalau kita tusuk dengan besi satu meter, belum sampai ke dasarnya,” ujarnya.

Kabasarnas juga menjelaskan rencana operasi selanjutnya tetap mengandalkan pencitraan dari ROV. Setelah mendapat gambar yang jelas dan presisi, baru dilaksanakan penyelaman. Selain itu, tim SAR juga melaksanakan penyisiran baik ke arah barat maupun ke arah timur di pesisir Pantai Tanjung Pakis. “Penyapuan juga dilaksanakan dari darat, mengingat kemarin dari kawasan itu ditemukan banyak korban,” terangnya. (SBS-02/Basarnas)

You might also like
Comments
Loading...