Oknum PNS Lebak Diduga Terlibat Penggelapan Mobil

Lebak ( 09/05/2019) Satubanten.com,- Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Rutan Rangkasbitung berinisial AR warga Komplek Perumahan Pepabri, Jalan Maulana Yusuf RT 01/09, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak diduga terlibat dalam penggelapan mobil milik Iin Indirawati Warga Depok, Kabupaten Bogor.

Iin Indirawati kepada sejumlah wartawan menjelaskan kronologis terjadinya penggelapan mobil miliknya, kejadian berawal dari mobil jenis Inova tipe E dengan Nopol B 1536 EKM, saat dirinya menyuruh supirnya Wingki untuk menyewakan tiga mobil miliknya termasuk yang Inova kepada perusahaan. Namun, bukannya disewakan ketiga mobil tersebut menghilang dan diketahui salah satu mobilnya yang Inova dijual tanpa BPKB ke wilayah Lebak yang ternyata pembelinya atau penadahnya adalah AR yang setatusnya seorang PNS di Rutan Rangkasbitung.

“Setelah kami mengetahui keberadaan unit mobil saya yang inova, saya langsung mengejarnya dan berhasil bertemu dengan pembeli mobil saya,” ujar Iin, kepada satubanten.com.

Mengetahui mobil yang dibelinya akan di ambil kata Iin, AR malah menjualnya ke orang Bandung yang menurut keterangan AR dibeli oleh seorang anggota Polisi.

“Awalnya saya mau langsung melaporkan kasus ini ke polres, namun AR sambil menangis dihadapan anak dan istrinya memohon untuk diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan, dari situ saya tidak tega yang akhirnya ditempuh jalan kekeluargaan,” ujarnya.

Menurutnya, AR pun membuat pernyataan yang ditandatangani diatas materai, dimana AR menyatakan siap mengganti kendaraan roda empat jenis Inova tipe E milik Iin Indirawati dalam bentuk uang sebesar Rp 170 juta yang akan dibayarkan selambat-lambatnya tiga bulan setelah pernyataan ditandatangani yakni Kamis 15 Pebruari 2018.

“Pernah saya datang untuk menagih janjinya dengan membawa orang, malah saya dan orang-orang saya dikerumuni orang suruhan dia (AR) dan AR selalu memperlihatkan pistol miliknya untuk menakut-nakuti saya,” papar Iin.

Lanjut Iin, jika tidak ada niat baik, pihaknya akan membawa kasus ini keranah hukum, karena dia juga tahu bahwa AR merupakan salahsatu jaringan dalam penggelapan mobil.

“Saat ini saya masih menunggu itikad baiknya, namun jika dalam waktu satu pekan ini tidak juga ada penyelesaian, saya akan membuat laporan ke polisi juga ke kemenkumham, karena PNS Rutan bernaung pada kementerian tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, AR saat ditemui mengakui, bahwa dia terlibat masalah dengan Iin Indirawati terkait mobil miliknya. Namun, AR meminta agar dalam masalah ini jangan hanya dirinya yang dituntut untuk bertanggungjawab atas kasus ini. Karena AR, dirinya merupakan tangan ke lima dan mana dirinya mendapatkan untung hanya Rp 1,5 juta saja.

“Saya sebetulnya sudah ada niat baik yakni dengan menyerahkan sertifikat rumah saya ke Bu Iin dan tanda tangan yang saya bubuhkan dalam surat pernyataan itu saya lakukan karena saya dalam keadaan tertekan, ” terang AR.

Bahkan kata AR, pihaknya sudah berniat ingin membayar dengan cara di cicil tapi niatannya tersebut ditolak.

“Saya pernah mau menyerahkan uang mulai dari Rp 30 juta sampai Rp 50 juta namun tidak diterima dan saat ini saya sudah tidak punya uang sebesar itu jika diminta. Untuk itu silahkan jika ingin masalah ini dilaporkan, namun saya minta orang-orang yang terlibat sebelum saya harus juga bertanggungjawab,” tutup AR. (SBS/009)

You might also like
Comments
Loading...