OJK : Nelayan dan Petani Harus Melek Finansial

Serang (11/11), SatuBanten News – Tim Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 1 Jakarta dan Banten, melakukan roadshow sosialisasi ke Banten dengan mengundang para kelompok tani (Gapoktan) dan Himpunan Nelayan tentang sistem keuangan dan perlindungan bagi konsumen.

Menurut Deputi Direktur Informasi, Dokumentasi dan Edukasi serta Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 1, Purnama Jaya mengatakan, tujuan dibentuknya OJK supaya jasa keuangan teratur, adil, transparan dan akuntabel. Lalu bisa mewujudkan sistem keuangan yang berkelanjutan dan stabil, serta melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat secara luas.

“OJK merupakan lembaga yang mengatur dan melindungi keuangan, serta menangani industri jasa keuangan,” ujar Gultom, dalam acara Seminar Nasional Mewujudkan Kemandirian dan Kesejahteraan Petani-Nelayan Melalui Dukungan dan Akses Permodalan yang Sehat, Ahad (11/11).

Lembaga jasa keuangan yang diawasi OJK disebutkan Purnama, yaitu perbankan, pasar modal, dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB). IKNB meliputi finance, leasing, pegadaian, dan pengelolaan dana pensiun serta asuransi.

“Saat ini, sebagian besar tingkat pemahaman masyarakat terhadap industri jasa keuangan dan produk keuangan masih rendah. Masih terbatasnya informasi dan layanan keuangan yang dapat dijangkau oleh golongan masyarakat di kalangan petani dan nelayan. Oleh karenanya, masih banyak masyarakat yang tertipu dengan investasi bodong, sehingga menimbulkan ketakutan untuk berinvestasi,” terangnya.

Lebih lanjut Purnama mengatakan bahwa saat ini OJK sedang melakukan pendampingan terhadap para petani di Gunung Kencana dan Wanasalam Kabupaten Lebak serta para nelayan di Panimbang Kabupaten Pandeglang. “Selain petani dan nelayan, OJK juga sedang aktif bersosialisasi di Pesantren untuk pengembangan Bank Waqaf yang dapat diakses oleh warga sekitar Pesantren,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Jazuli Juwaini mengakui, terbatasnya informasi masih menjadi kendala bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dan berbisnis di bidang keuangan, khususnya akses modal bagi petani dan nelayan.

“Roadshow ini, sedikit banyak dapat memberikan informasi mengenai jasa keuangan agar terselenggara secara teratur, adil, transparan dan akuntabel. Juga perlindungan terhadap konsumen dan masyarakat dari kasus penipuan berkedok investasi dan juga bagaimana para nelayan dan petani dapat mengakses modal dengan baik dan perlindungan asuransi dengan teliti,” pungkasnya.

Jazuli menjelaskan bahwa bila taraf hidup nelayan dan petani tidak terangkat, maka mustahil Indonesia akan naik derajatnya. “Para petani dan nelayan adalah ujung tombak dalam menjaga stabilisasi pangan, oleh sebab itu sudah seharusnya mereka lebih diperhatikan,” ujar Jazuli. (Shinta/SBS)

You might also like
Comments
Loading...