Nahrowi dan Kisah Penjahit Keliling di Kota Serang

Serang (19/10/2019), SatuBanten – Hampir setiap hari Nahrowi (58) berkeliling Kota Serang menjajakan keahliannya menjahit. Ia berkeliling dengan mengendarai sepeda roda tiga yang telah dimodifikasi yang bisa membawa mesin jahit dan perlengkapannya.

Setiap pagi setelah sholat subuh, Nahrowi berkeliling dari satu kampung ke kampung lainnya dan kawasan perumahan untuk menawarkan keahlian menjahit yang dimilikinya. Nahrowi mengaku sudah lima tahun menjadi penjahit keliling atau yang populer disebut tukang permak levis, padahal menurutnya tidak semua pakaian modelnya levis.

“Lumayan saja bekerja begini, setelah lima tahun lalu mencoba berbagai pekerjaa. Awalnya saya bawa becak, tapi becak sudah susah sekarang cari penumpang,” ungkap Nahrowi.

Menurut pengakuannya, menjadi tukang jahit keliling menjadikannya banyak bersyukur. “Saya jadi banyak teman karena sering ngobrol dengan pelanggan. Alhamdulillah setelah nggak ngebecak, bisa bekerja menjadi penjahit,” ujar Nahrowi.

Dari rumahnya yang berada di Kubang Kemiri, Kesawon Kota Serang, Nahrowi berkeliling hingga ke Cipocok dan Palima. “Cuma begini ya, namanya juga usaha keliling pasti ada suka dukanya. Dukanya kalau ban kemps dan tambal ban jauh,” ujar Narowi.

Dari menjahit, Nahrowi mengaku pendapatannya naik turun. Kadang dapat penghasilan hingga Rp 100.000 dalam sehari namun kadang cuma 10.000. “Kalau di sini enggak nentu ya, alhamdulillah saja karena rezeki sudah diatur oleh Allah. Ya cukuplah buat keluarga,” tambah Nahrowi.

Jenis pelanggan yang menjahit pun beragam, ada yang hanya menambal celana robek, memasang resleting, hingga mengecilkan lingkar pinggang. Semua dikerjakannya dengan tekun, sabar. Setiap pelanggan yang memanggilnya, Nahrowi dengan sigap melayani.

Nahrowi merasa bersyukur bisa bekerja dan tidak membuat susah orang lain. “Sekarang kan cari kerja susah, apalagi untuk usia orang tua seperti saya. Saat ini anak saya sembilan dan baru lima yang bekeluarga, jadi saya bersyukur masih bisa bekerja,” pungkas Nahrowi. (SBS)

You might also like
Comments
Loading...