Muhammad Fatomi : Kisah Wong Serang Pembuat Jembatan dan Bandara di Luar Negeri

“Dimanapun kita ditempatkan, maka kewajiban kita adalah bekerja sepenuh hati dan bisa memberikan yang terbaik”

Begitulah sepenggal kalimat dari seorang Muhammad Fatomi Hilmi yang memiliki nama kecil Tommy saat berbincang dengan tim Satu Banten. Pria kelahiran Serang, 7 Oktober 1976 ini melanjutkan, bila setelah memegang suatu pekerjaan maka harus diikuti dengan profesionalitas dan kesungguhan untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal.

Saat ini, Tomi memegang jabatan yang bisa dibilang tidak kecil. Beragam pekerjaan yang diembannya membawa nama bangsa dan negara. Wajar, karena tempat perusahaannya bekerja adalah BUMN dengan bidang kerja konstruksi yang membutuhkan keseriusan karena menyangkut sebuah prestasi dan prestise.

Bekerja dibidang konstruksi yang saat ini digelutinya merupakan kelanjutan dari pendidikan S1 yang diselesaikannya di Kampus UGM. Awal beliau masuk ke WIKA pada tahun 2005 setelah melewati empat kali proses seleksi plus on the job training (OJT) selama enam bulan. Setelah OJT selesai, tahap selanjutnya adalah presentasi hasil OJT yang dinilai oleh Tim seleksi hingga dinyatakan lulus dan mulai bisa bekerja pada perusahaan plat merah tersebut.

Penempatan pertama beliau menjadi staff teknik pada kantor pusat di Jakarta, dari sinilah beliau belajar banyak dasar-dasar proyek dan manajemen. Lanjut ikut ke lapangan pada project double track Jogja – Kutoarjo yang merupakan jalur pemecah macet bagi warga Jogjakarta. Setelah dilihat berhasil, beliau ditarik ke project selanjutnya di proyek jalan tol Waru – Juanda Surabaya yang merupakan jalur cepat dari Kota Surabaya ke Bandara Juanda dan diresmikan oleh Presiden SBY pada 2008.

Setelah selesai Proyek Jalan Tol Waru – Juanda, dirinya ditarik sebagai Kepala Seksi di proyek infrastruktur Penanggulangan Lumpur Lapindo Jawa Timur. Seperti kita ketahui, luapan lumpur Lapindo sempat menghiasi pemberitaan media internasional karena luapan lumpurnya yang berkelanjutan serta menenggelamkan ribuan rumah.

Setelah proyek tanggul Lapindo selesai, dirinya ditugaskan ke Proyek Sabo Dam Jogjakarta yaitu proyek penahan banjir lumpur Gunung Merapi. Setelah selesai proyek Sabo Dam, dirinya ditarik ke Proyek Sodetan Ciliwung-BKT di Jakarta.

Mulai 2016 hingga saat ini, Tomi dipercaya mengurusi beberapa project WIKA untuk ekspansi di luar negeri. Pekerjaan pertamanya diluar negeri yaitu pembangunan Bandara Inernasional Oecusse Timor Leste. Inilah proyek yang dikerjakan mulai dari lahan kosong hingga sekarang telah selesai dan menunggu hand over ke Pemerintah Timor Leste.

Pada proyek bandara di Timor Leste ini, dirinya merasa mendapat banyak pengalaman baru. Bandara yang menjadi kebanggan warga Timor Leste ini dikerjakan full oleh putera-puteri Indonesia. Keberadaan bandara Oecusse adalah merupakan bandara dengan standar internasional yang membuka gerbang bagi masuknya aneka pesawat berbadan lebar ke negara bekas bagian Indonesia tersebut.

Banyak pengalaman menarik selama dirinya bertugas di Timor Leste. Pekerjaan disini langsung disupervisi oleh perusahaan asal Portugal, hal ini bisa dimaklumi karena kedekatan Portugaal dengan Timor Leste secara politik. Belum lagi beberapa equipment bandara yang harus didatangkan dari Australia, sehingga menyebabkan dirinya terkadang harus bolak balik rapat dengan vendor di negeri Kangguru tersebut.

Tomi menyebutkan, kendala bahasa dan budaya menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya. Penguasaan satu bahasa asing dirasa kurang jika sudah berkeliling negara lain.

Tahun lalu, dirinya sempat ditugaskan ke Aljazair di Afrika Utara untuk melakukan supervisi beberapa pekerjaan. Selain bahasa dan budaya, cuaca menjadi kendala berikutnya. Temperatur yang kadang sangat panas di siang hari namun bisa berubah sangat dingin di malam hari harus bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Beruntung bagi dirinya memiliki seorang pendamping hidup yang mengerti kondisi pekerjaan sang suami. Sebagai karyawan BUMN yang harus bepergian ke luar negeri, sang isteri tetap setia menemani menjaga buah hati di Kota Serang. Padahal sang isteri juga tak sibuk karena berprofesi sebagai seorang dokter gigi.

Tomi meminang sang isteri pada tahun 2008 dan memboyongnya dari Blitar agar mau tinggal di Kota Serang. Jika sedang bertugas di luar negeri, dirinya mengaku mendapat jatah libur selama tiga minggu yang dimanfaatkan untuk berlibur bersama keluarga tersayang. Saat ini dirinya mendapat kepercayaan sebagai seorang ayah dengan tiga buah hati.

Sebagai orang Serang, dirinya selalu terkenang dengan kampung halaman dan masa kecil jika sedang berada di perantauan. Jiwa dan karakternya ditempa dengan beragam bacaan masa kecil yang dirasa memberikan pengaruh hingga saat ini.

Tomi mengaku paling senang dengan Buku Bacaan 25 Rasul serta serial Tintin dan Papyrus. Cerita Tintin sang petualang memberikan inspirasi jika kelak dewasa iapun bisa berkeliling dunia dan itu terlaksana saat ini.

Kadang ia suka mengenang masa sekolah dimana paling suka ditraktir namun jarang mentraktir teman-temannya. Inilah masa penuh lika-liku saat SMA dengan beragam dilema dan yang tidak seorangpun mengetahui kelak ia akan jadi apa.

Lulusan SMAN 1 Serang angkatan 95 ini bercerita, bahwa saat SMA merupakan saat yang memberikan inspirasi. Ia mengenang bagaimana saat sekolah hanya bisa meminta uang jajan pada orang tua dan berjanji kelak saat sudah bekerja akan membalas jasa kedua orang tuanya. Kini, ia hanya mampu berdoa agar kedua orang tuanya bahagia di alam sana.

Tomi adalah gambaran anak muda Serang yang mampu melewati mimpi masa kecil dalam menggapai cita-cita. Padahal saat kecil ia sangat ingin bisa main piano yang sampai saat ini masih belum kesampaian.

Saat ini Tomi dipercaya sebagai Deputy Project Manager WIKA untuk project di Philipina. Tentunya ini merupakan amanah besar yang memberikan rasa bangga karena membawa nama perusahaan dan nama bangsa di kancah internasional. Dirinya merasa bersyukur bisa bergabung dalam grup perusahaan WIKA yang dipercaya mengerjekan beragam proyek di dalam maupun luar negeri. (***)

You might also like
Comments
Loading...