Mudik Budaya Orang Terdidik Bukan Udik

Oleh : Fachrul Anam, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Semester 2 /PAI D, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di UIN Sultan Maulana Hassanuddin Banten

Serang (16/06/2019) SatuBanten. News – Seperti kita tahu diakhir menjelang ramadhan, hampir semua stasiun televisi menyiarkan dan memberi info terupdate tentang aktifitas masyarakat Indonesia yaitu Mudik, dimulai dari H-6 hingga H+6 pasti setiap saat info pemudik tidak akan hilang dan menjadi ikon saat lebaran. Jika kita perhatikan budaya mudik ini ternyata bukan hanya ada di Indonesia saja.

Hampir semua orang-orang yang menjadi pendatang di suatu wilayah merencanakan ingin pulang ke kampung halaman walau dengan biaya yang tidak sedikit. Kegiatan mudik menjadi ajang untuk berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halaman. Tradisi ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja, Negara lain pun sama, salah satunya Negara China. Saat perayaan tahun baru China atau sering disebut Imlek, masyarakat berduyun-duyun kembali dari kota besar ke kampung halaman.

Menurut Al Ustadz Adrian Aulia dikutip dari Majalah Latansa Grafika mengatakan mudik sebagai “ounterstream” arus balik migrasi stream. Membuat keputusan bermigrasi, diikuti kesiapan perubahan psikologis. Kebiasaan-kebiasaan dikampung halaman tidak bisa lagi dilakukan sebagai migran (akarta). Kerinduan seperti itu dipenuhi saat pulang kampung di kala mudik. Dan ditambah ibadah Idul Fitri sebagai kembali kerinduan yang amat manusiasi, tradisi mudik pun berkaitan antara sosial-budaya dan enokomi dan keagamaan.

Menurut menteri perhubungan di tahun 2018 Ignasius Jonan mengatakan modal angkutan udara tumbuh 6% sendangkan angkutan laut naik 7% secara umum dia menilai dari seluruh matra bisa menyelenggarakan mudik dengan lancar. Pada tahun 2018, berdasarkan system informasi angkutan dan sarana transportasi, jumlah pemudik hingga H+9 idul fitri 1439 H mecapai 20,86 juta. Jumlah tersebut terdiri dari angkutan udara sebanyak 5,93 juta dan angkutan api sebesar 5,13 juta.

Pada tahun 2019, sejumlah pemudik mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat pada masa mudik lebaran 2019 dan memutuskan untuk menggunakan jalur darat atau laut walau harus menghabiskan waktu yang lebih lama. Sebelumnya, polemik terkait harga tiket pesawat memanas akibat beredarnya informasi tiket pesawat Garuda rute Bandung-Medan yang menyentuh 21 juta di platform penjualan tiket online, Traveloka. Maka dihimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak memilih transportasi untuk mudik.

Mudik pertama kali digunakan oleh kaum urban yang berada di sunda kelapa. Bagi mereka, kata “Mudik” merupakan singkatan dari “menuju udik” yang artinya menuju kampung. Sejatinya mudik adalah budaya orang baik dan dilakukan oleh orang yang terdidik. Dimana seorang lahir dan berproses secara alamiah diawali dari pendidikan rumah mulai dari penanaman jiwa, rasa kehormatan, tanggung jawab, jiwa tolong menolong memahami aturan dan norma lahir yang semuanya itu bermula di lingkungan pendidikan.

Mudik bukan hanya budaya atau tradisi tetapi bukan juga budayanya orang-orang udik melainkan budayanya orang-orang terdidik yang esensinya adalah silaturahmi, sebagai perwujudan rasa syukur, ibroh dan perwujudan bhaktinya kepada orang tua dan silaturahmi kepada handai tauladan. Begitulah sekelumit budaya mudik di Indonesia, yang jelas bagi sahabat pembaca yang akan mudik, maka dipersiapakan mudiknya agar selamat sampai tujuan dan kembali dengan dengan rasa tenang. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...