MSI Sebut Banten Girang Lebih Layak Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya

Banten (20/06/2019), Satubanten.com – Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Museum (PCBM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan tetapkan Kawasan Banten Lama sebagai warisan cagar budaya nasional. Kawasan yang merupakan peninggalan Kesultanan Banyitu tersebut terletak di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Fitra Arda selaku  Pelestarian Cagar Budaya dan Museum (PCBM) mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kajian namun masih ada masalah terkait luasan area. Mmenurut Fitra penetapan Banten Lama menjadi warisan cagar budaya ini merupakan keputusan menteri dan rekomendasi dari tim ahli.

“Ini keputusan menteri atas rekomendasi tenaga ahli cagar budaya nasional. Setelah diakui secara nasional, nanti mudah-mudahan naik menjadi warisan dunia. Ini menjadi kebanggaan dan identitas,” kata Fitra, seperti dikutip Medcom.id.

Seementara itu Kang Kribo salah satu seniman senior Kota Serang mengatakan bahwa seharusnya selain memperhatikan Banten Lama, Pemerintah Provinsi Banten harusnya juga memperhatikan kawasan situs Banten Girang. Karena menurut kajian sejarah, Kawasan Banteng Girang jauh lebih tua usianya dibandingkan Kawasan Banten Lama.

“Selain Banten Lama harusnya kan pemerintah juga memperhatikan kawasan Banten Girang ini. Karena ini jauh lebih lama usianya daripada Banten Lama. Saya juga mendengar bahwa situs Banten Girang ini banyak ditemukan arca dan makam teritama di sepanjang aliran sungai Cibanten yang letaknya persis bersebelahan dengan situs ini. Saya khawatir ini ada kecenderungan bahwa Banten Girang bukan Islam jadi dikesampingkan,” kata Kang Kribo, Kamis (20/06).

Salah satu pegiat Cagar Budaya yang juga merupaka arkeolog di Masyarakat Sejarawan Banten, Dr. Agus Widiatmoko membenarkan anggapan Kang Kribo tersebut. Menurutnya selain lebih lama, Situs Banten Girang ini menyimpan jauh lebih banyak pertanda sejarah Banten yang lebih jauh. Namun tentang anggapan faktor agama dalam hal ini, Dr. Agus Widiatmoko mengaku enggan berspekulasi.

“Kalau Banten Girang dan sungai Cibanten ini memang jelas, merupakan peninggalan yang jauh lebih lama kebelakang dibandingkan kawasan Banten Lama. Bahkan dulu sebelum masa kesultanan, Banten Girang menjadi salah satu pusat dari kerajaan Sunda. Cuman kalau pemerintah memilih Banten Lama menurut saya tidak karena disini bukan Islam dan disana Islam. Mungkin karena aksesibilitasnya saja lebih enak disana,” pungkasnya. (SBS032/IBC)

You might also like
Comments
Loading...