Mitos atau Fakta: MSG Penyebab Kebodohan

Oleh :

Ahmad Mujaki Diwan

Mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten

 

Kisah ini tentu sangat familiar ditelinga sahabat semua sehingga tak jarang orang menghindari konsumsi MSG dalam kehidupan sehari-harinya, Hal ini memicu beberapa produsen produk makanan atau restoran mengklaim jika makanan tersebut bebas dari MSG agar menarik perhatian masyarakat yang menghindari konsumsi MSG dalam kehidupanya.

Faktanya MSG atau Mono Soddium Glutamat merupakan salah satu protein yang dikandung pada ASI (glutamate). jadi jika MSG penyebab kebodohan bagaimana nasib bayi yang mengsosumsi ASI, Bahkan pemerintah mewajibkan untuk bayi Indonesia untuk mengosumsi ASI secara eksklusif selama 6 bulan.

Yang membuat pemikiran orang diluaran sana jika MSG penyebab kebodohan ialah pernah dilakukanya beberapa penelitaian yang menghasilkan jika MSG dapat merusak sel saraf terutama pada otak. Penelitian-penelitan tersebut pertama kali dilakukan oleh Dr, Ho Man Kwok (1969) dimana ada seseorang yang setelah mengosumsi sup mengandung MSG di China setelah 20-30 menit ia mengonsumsi sup ia merasakan kesemutan pada punggung, leher, dan rahang bawah, selain itu ia juga merasakan sesak dada bagian bawah, berkeringat serta pusing dibagian kepala.

Kemudian peneliti tersebut mengambil sampel darah koraban untuk diteliti ternyata hasil penelitian tersebut menujukan jika penyebab itu semua karena adanya hasil metabolit gulutamat yang mengidikasikan itu disebabkan oleh MSG. ternyata Faktanya korban tersebut mengonsumsi sup dari restoran chinese food yang memilki kandungan MSG sangat tinggi dan dikonsumsi si korban pada saat perutnya kosong.

Jadi tidak serta merta gejala yang ditimbulkan si korban 100% karena MSG. Nasib MSG masih belum jelas apakah merupakan senyawa berbahaya atau tidak karena posisi korban yang seperti itu dan kandungan MSG yang sangat berlebih.

Maka dilakukan penelitan lanjutan oleh Jhon Olney (1969) dengan hasil percobaan yang ia lakukan pada Cidil tikus atau pada bayi monyet, menujukan jika MSG menyebabkan kerusakan pada sel syaraf otak tius dan pertumbuhan bayi monyet menjadi kerdil.

Ternyata dosis yang diberikan oleh Jhon Olney itu sekitar 0,5 g/kg berat badan yang di berikan secara rutin di setiap harinya. ini merupakan dosis yang tinggi 0,5 g/kg berat badan di berkan rutin setiap hari jika kita kalkulasikan jika orang dewasa memilki berat badan sekitar 50kg maka MSG yang diberikan sekitar 25 g setiap harinya. Ini merupakan dosis yang sangat banyak.

Kenyataannya dalam kehidupan kita hanya menggunkan MSG pada makanan sekitar 1 sendok teh bahkan hanya sejumput jari kenytaanya tidak terjadi apa-apa kan kepada kita.

Selanjutnya banyak peneliti yang mulai meneliti MSG dan sama-sama mebuktikan apakah MSG memang benar merupakan penyebab kebodohan. Penlitaian ini yaitu dengan menurukan dosis yang dilakuakan oleh Jhon Onley menjdi 130mg/kg berat badan setiap harinya ternyata hasilnya jika dosis diturunkan yang mengacu pada kenyataan konsumsi MSG dimasyarakat setiap harinya dosis ini tidak menimbulkan efek merusak sel syaraf otak bayi.

Maka belum cukup bukti secara gambling, sampai saat ini jika MSG dapat menyebabkan kebodohan pada manusia.

Bagaimana sahabat apakah kalian masih beranggapan jika MSG penyebab dari kebodohan. Penelitian serta kejadian yang dilkukan yang membuat MSG dapat merusak sel syaraf otak itu dosisinya sangat tinggi sekali dan sangat berlebihan.

Pada dasarnya seseorang itu memiliki kemampuan metabolit yang berbeda-beda dalam mencernya senyawa yang dikandung oleh makanan dapat di lihat dari ADI masing-masing orang tersebut. Dalam perka bpom no 11 tahun 2019 penggunaan MSG tidak dilarang dan untuk dosis atau takaran menurut perka bpom untuk saat ini masih secukupnya dalam penggunaan MSG.

Fakta lain dari MSG ialah: MSG merupakan kepanjangan dari mono sodium glutamate. jika dilihat dari arti sebenarnya dari MSG jika MSG mengandung sodium, yang merupakan nama lain dari natrium (garam) tentu saja sodium ini jika dikonsumsi secara berlebih akan menyebabkan hipertensi.

Perlu sahabat ketahui jika ada beberapa perusahaan yang mengubah nama sodium menjadi natrium untuk mengelabui masyarakat awam ketika membaca koposisi pada makanan yang mereka anggap tidak mengandung MSG karena trauma yang ditimbulkan dari anggapan jika MSG merupakan penyebab kebodohan. Faktanya sodium dan natrium merupakan senyawa yang sama hanya berbeda penyebutan namanya saja. (***)

You might also like
Comments
Loading...