Misteri Pusaran Air Laut di Perairan Banten yang Menewaskan Bos Wuling Hingga Wisatawan Bagedur

Banten (17/11/2019), Satubanten.com – Hingga pertengahan Bulan November 2019, setidaknya sudah ada 2 kejadian Wisatawan tenggelam di perairan laut Banten. Kejadian pertama yakni kabar hilangnya 3 WNA ketika melakukan penyelaman di perairan Pulau Sangiang. Dari 3 korban, 2 sudah diketemukan sedangkan 1 korban lagi hingga saat ini belum ditemukan dengan pasti. Korban inilah yanjg ditengai merupakan salah satu Bos Produsen Mobil China, Wuling. Sempat dikabarkan ada penemuan mayat penyelam di Perairan Lampung, namun Polisi belum memastikan bahwa jasad tersebut merupakan jenazah WNA yang hilang di Sangiang.

Kabar selanjutnya yakni tenggelamnya 3 Wisatawan di Pantai Bagedur, Jum’at (15/11). Satu orang yakni Rama Afriliando selamat dari kejadian tersebut. Namun kedua temannya yakni Puji dan Dadan terseret arus. Jenazah Puji ditemukan sehari setelahnya, Sabtu (16/11) di Pantai Tenjo Laya. Hingga kini hanya Dadan yang belum diketahui keberadaannya.

Kasubsi Ops Basarnas Banten, Hairu Amir mengatakan bahwa Jenazah WNA yang hilang di Sangiang, hingga kini belum ditemukan diduga karena di lokasi kejadian terdapat Pusaran Air. Sehingga jenazah bisa terseret oleh pusaran ke lokasi yang tidak bisa diprediksi.

BACA JUGA : WNA Hilang saat Nyelam, Ditpolairud Polda Banten Terus Mencari

“Kendalanya memang arus di sekitar lokasi kejadian cukup kencang. Dan info yang kami dapat, terdapat pusaran air di sekitar tersebut. Luas pencarian ke arah selatan sekitar 12 mil,” tuturnya melalui Vivanews.

Kejadian yang menimpa Rama dan wisatawan di Pantai Bagedur juga disebabkan oleh hal yang sama, yakni Pusaran Air Laut. Hal ini diungkapkan langsung oleh Rama saat telah pulih dari syok yang ia alami. Menurut penuturan Rama, ada pusaran yang menyeret dirinya ke bawah laut, selain memang beban karena menggendong kedua temannya. Hal ini diungkapkan Anton, saat menemui Rama.

“Kata Rama, itu di bawah gelombangnya lebih ngeri daripada yang ada di atas. Besar dan menyeret kita kesana kemari. Beruntung Rama merasa didorong oleh arus dari bawah, dan dihempaskan sama gelombang ombak, jadi tahu-tahu udah di pantai,” kata Anton.

Anton juga mengatakan bahwa wisatawan lain saat itu menganggap bahwa pusaran itu berbahaya, jadi tidak ada yang berani mendekat. Banyak warga juga mengatakan bahwa pusaran tersebut merupakan tumbal yang terjadi hampir setiap tahun. Jika tidak ada korban, maka akan timbul bencana.

“Banyak juga yang tanya ke saya itu, orang-orang, emang gantiibnya apa kata kuncen sananya. Ibaratnya kalau di pantai-pantai lain kan kadang harus ada korban kepala Kerbau baru nanti jasadnya muncul. Saya mah nggak tahu, dan nggak mau nanya yang begituan, lebih baik tanya kondisi secara langsung, ya kan?” imbuhnya.

BACA JUGA : Warga Harapkan Korban Tenggelam di Bagedur Segera Ditemukan

Pengakuan Rama dan beberapa wisatawan lain memang secara jelas mengatakan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh Pusaran Air Laut, dan bukan gelombang ombak besar atau semacamnya. Fenomena Pusaran Air laut memang merupakan peristiwa yang unik yang jarang diketahui masyarakat, namun sangat berbahaya.

Pusaran air laut atau sering disebut juga Whirlpool sering terjadi karena adanya pertemuan antara dua atau lebih arus bawah laut yang disebabkan karena gelombang pasanga surut atau morfologi dasar laut. Penampakan umum Pusaran Air Laut tidak selalu mirip dengan pusaran di permukaan air seperti yang biasa terlihat. Bentuknya biasanya seperti air mendidih di permukaan.

Kekuatan masing-masing Pusaran Air Laut (Whirlpool ) bermacam-macam. Ada yang sangat kecil sehingga tidak menimbulkan akibat yang cukup parah. Namun ada juga Pusaran Air Laut yang cukup kuat yang mempunyai daya tarik ke bawah atau sering disebut Vortex. Sebagian Pusaran Air Laut (Whirlpool) terjadi di Samudra yang luas karena arus yang besar, sehingga Pusaran Air Laut (Whirlpool) tersebut membentuk pusaran seperti yang sering kita lihat dan mempunyai daya tarik ke bawah (Vortex) yang sangat kuat. Pusaran air semacam ini sering disebut dengan istilah Maelstroms.

Beberapa perairan Indonesia yang terekam mempunyai Pusaran Air Laut (Whirlpool) yaitu di Perairan Pulau Komodo. Ada Pusaran yang cukup besar di antara Pulau Rinca dan Pulau Padar. Seorang Nahkoda Kapal Bahtera Seva II bernama Markus Balo Mony bahkan pernah merasakan Pusaran Air Laut (Whirlpool) yang mampu menarik masuk kapalnya. Selian itu di Perairan Sangeang Pulo, sebelah timur Gunung Sangengapi, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) juga terdapat banyak i Pusaran Air Laut (Whirlpool).

Selain Arus Laut, gelombang besar yang menabrak tebing pantai atau karang juga dapat menimbulkan Pusaran Air Laut (Whirlpool). Seorang Pilot Batik Air bernama Ricosetta Mafella berhasil mengabadikan momen terbentuknya Pusaran Air Laut (Whirlpool) semacam ini, usai terjadinya Gelombang Tsunami di Donggala, Palu, Jumat 28 September 2018 silam.

Pusaran Air Laut (Whirlpool) terjadi hampir di semua perairan di dunia baik dalam skala kecil maupun besar, tak terkecuali di Perairan Banten. Pada bulan Juni lalu Kapolsek Wanasalam, Iptu Dwiyanto juga menhimbau para pengunjung Pantai Tanjung Panto agar tidak mendekati Pusaran AIr Laut di sekitar batu tempat bermain. Meski di daerah tersebut belum pernah terjadi kecelakaan karena Pusaran Air, namun dirinya tetap menghimbau pengunjung agar waspada.

“Pengunjung Pantai Tanjung Panto diharapkan waspada seperti pusaran air yang suka terlihat di sekitar bebatuan tempat bermain yang bisa menyedot,” tuturnya.

BACA JUGA : BMKG: Sepekan ke Depan Banten Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pusaran Air Laut (Whirlpool) semacam ini juga sering terlihat di Perairan Pantai Sawarna. Sedangkan di Perairan Bagedur, sejak pertengahan tahun 2019 lalu memang terdapat terjangan ombak yang cukup besar karena gelombang pasang. Dalam skala besar pergerakan gelombang di bawah laut juga berpotensi menimbulkan Pusaran Air Laut (Whirlpool).

Pusaran Air Laut (Whirlpool) semacam ini bisa timbul kapan saja dan menghilang. Namun karena efek medan magnet bumi, maka efek Pusaran Air Laut (Whirlpool) bisa semakin membesar. Dalam skala besar, Pusaran Air Laut (Whirlpool) mengandung molekul bermuatan Na dan Cl dengan konsentrasi tinggi. Setelah berputar dalam skala besar, interaksi antar partikel Na, Cl akan menyebabkan pusaran dalam waktu yang lama, bahkan bisa sampai berbulan-bulan dan melintasi Samudera. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...