MER-C Ultimatum KPU Untuk Hentikan Proses Penghitungan Suara Pemilu 2019

Jakarta, (16/05/2019)- Satubanten.com-  Medical Emergency Rescue Commitee atau Mer-C mengultimatum KPU RI supaya menghentikan proses penghitungan suara (suara) Pemilu 2019 dan fokus mencegah korban berjatuhan.

Dikarenakan sebanyak 554 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) gugur dalam Pemilu 2019. Mayoritas dari mereka meninggal saat menjalani tugas pemungutan suara.

Terkait hal itu, Pembina Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Joserizal Jurnalis menganggap, banyaknya petugas yang wafat mengindikasikan abainya Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap isu kemanusiaan.

Karena itu, demi kemanusiaan, Jose mengusulkan agar proses penghitungan suara yang hari ini masih diproses untuk dihentikan sementara.

“Kalau perlu diberhentikan dulu penghitungan suara. Fokus penanganan pencegahan ini dan semua pembiayaan dikerahkan untuk hal tersebut,” ungkap Jose Rizal di Kantor MER-C, Jalan Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2019).

Apabila tidak mengindahkan imbauan dari Mer-C, maka organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis itu akan melaporkan kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan Komisi Hak Asasi Manusia PBB (UNHCR). Pernyataan itu disampaikan Direktur MER-C, Jozerizal.

“Kami akan mengirim lawyer. Kalau KPU serius (mengurus korban,-red), kami tidak menjadi menggugat. Hentikan penghitungan suara, fokus mencegah korban berjatuhan,” ujar Jozerizal, dalam sesi jumpa pers di kantornya.

Dia menilai, KPU RI mengabaikan insiden meninggalnya anggota petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sejak hari pemungutan suara 17 April 2019 hingga saat ini.

“Bisa dilihat korban bertambah dan tidak ada langkah konkrit, emergency mencegah korban berjatuhan. Tidak ada sense of crisis. Ada pembiaran terhadap jatuhnya nyawa manusia,” ucapnya.

Seharusnya, melihat banyak berjatuhan korban, menurut dia, salah satu lembaga penyelenggara pemilu itu tidak boleh memilih mendahulukan kepentingan penghitungan suara. Dia menegaskan, menolong orang harus lebih diutamakan.

“Langkah mencegah korban dalam situasi suasana batin yang emergency. Tidak boleh merasa ini kami menghitung suara dulu. Kalau perlu diberhentikan dan fokus pada penanganan pencegahan ini,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya akan menunggu keseriusan dari KPU selama kurun waktu beberapa hari terakhir. Apabila tidak ada tindak lanjut, maka pihaknya membawa permasalahan itu ke tingkat internasional. (Sbs/011)

You might also like
Comments
Loading...