Menristekdikti Tak Berkonstitusi?

Oleh : Didin Jumaedi Sukandi, S.Pd (Ketua Umum KAMMI Lebak)

Serang (02/10/2019) SatuBanten. News – Ketetapan konstitusi negara kita, UU no. 9 tahun 1998 tentang menyampaikan pendapat dimuka umum, jelas-jelas termaktub dengan baik namun sayangnya tidak diindahkan.

Bagaimana mungkin amanat hak demokratis dengan cara “Turun ke jalan” untuk menyuarakan aspirasi, kritik dan saran, tidak dipandang dengan pandangan positif. Terlebih malah terkesan mengancam dan mengintimidasi. Rencana memberikan sanksi kepada rektor kampus yang tidak mampu meredam aksi mahasiswa turun ke jalan, semakin memperlihatkan bahwa tidak diaplikasikannya pemahaman terkait UU no. 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat.

Bagi Menristekdikti (Kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi) seharusnya mengerti akan hal itu. Yang notabenenya melakukan riset adalah makanan sehari-hari. Apalagi ditambah dengan menyandang sebagai kementerian yang membidangi pendidikan tinggi.
Sekali lagi, jelas ini adalah pengkhianatan terhadap konstitusi atas demokrasi di negeri ini.

Beberapa waktu yang lalu, Kemenristekdikti mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) melahirkan tujuh fokus rekomendasi bagi pengembangan riset, teknologi dan pendidikan tinggi di Indonesia.
Harusnya dengan adanya hal ini, kemenristekdikti fokus dalam hal-hal PR yg belum terselesaikan. Malah membuat statemen yang membuat kondisi ini semakin memprihatinkan. Rencana memberikan sanksi kepada rektor kampus yang tidak mampu meredam aksi mahasiswa turun ke jalan.

Sebagai insan yang memiliki rasa idealisme yang tinggi dan sebagai peran _Agent Of Change_, mahasiswa memang sejatinya perlu melakukan aksi turun ke jalan. Sebagai bentuk kuliah jalanan, sosial kontrol dan penyambung lidah rakyat.

Dibekali insting yang kritis atas suatu ketidakadilan, jiwa muda semangat membara dan selalu didasari kajian mendalam disetiap persiapan “Kuliah Jalanan”, maka itu adalah modal yang besar dan mahal.

Mahasiswa hari ini adalah cikal bakal para pemimpin negeri. Jika mereka diam saja atas ketidakadilan yang terjadi di negeri ini, maka tunggulah kehancuran. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...