Menpar : Tiga Hal Utama Untuk Percepat Pulihkan Wisata Selat Sunda Pasca Tsunami Yakni SDM, Pemasaran, dan Pengembangan Destinasi

Cilegon (13/2/2019) Satubanten.com – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengingatkan untuk segera memulihkan tiga hal yakni SDM (penyelamatan fisik, sertifikasi, dan trauma healing), Pemasaran, dan pengembangan destinasi, untuk bisa mempercepat pemulihan kawasan Wisata Selat Sunda.

Hal ini disampaikan Arief Yahya dalam Seminar Nasional dengan judul “Themepark, Waterpark, Attractions Seminar & Recovery Bisnis Pariwisata Provinsi Banten” di salah satu hotel di Cilegon,Selasa (13/2).

“Pemulihan ini harus selesai dalam waktu 3 bulan, Masalah regulasi dari pemerintah bisa menjadi masalah bagi bisnis. Seperti penetapan status darurat utk destinasi wisata bisa jadi masalah bagi industri pariwisata. Informasi di media baik mainstream maupun sosial juga berpengaruh,” ujar Menpar

Menpar melanjutkan “Man-made di Indonesia itu lemah utk wisman. Hanya 5% wisman memilih man-made sebagai pilihan berwisata di Indonesia. Sumbangan dari taman rekreasi hanya 0.75%, Salah satu cara ARKI untuk meningkatkan wisman dengan strategic alliance.

“Cara lainnya dengan memikirkan desain taman rekreasi keluarga untuk milenial dengan memenuhi kebutuhannya untuk diakui (Esteem Needs) . Hal ini dikarenakan 50% wisman yang datang ke Indonesia adalah milenial, Milenial adalah masa depan pariwisata indonesia, Who Wins the Future, Wins The Game.” tutup Menpar.

Sementara itu Ketua DPP Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI) Taufik A. Wumu, dalam sambutannya menjelaskan pertumbuhan taman rekreasi man-made di Indonesia cukup besar.

“Pertumbuhan rekreasi man-made mencapai 10-20% di Indonesia. Total kunjungan ke taman rekreasi man-made di Indonesia mencapai 100 juta per tahun dan kontribusi tenaga kerja 50 ribu per tahun,” ujar Taufik.

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) Priyo Budiyanto, mengatakan Hotel Royal Krakatau sempat merasakan dampak tsunami.

“Hotel kami di Cilegon merasakan dampak tsunami selama hampir dua minggu. Bisa kami bayangkan tanpa bantuan pemerintah tentu hotel di wilayah Anyer tidak bisa cepat pulih,” ujarnya. (SBS02)

You might also like
Comments
Loading...