Meningkatkan Kreativitas Anak Panti Dimasa Pandemi Covid-19 Melalui Kegiatan Meronce Manik- Manik

 

 

Oleh : Annisa Fitriyani, Mahasiswi Universitas Pamulang

 

Satubanten.com- Di masa pandemi Covid-19 ini banyak orang kembali mengasah atau menemukan bakat dan kreativitasnya. Kreativitas sendiri pasti dimiliki setiap orang. Biasanya, kemampuan kreatif seseorang berbeda-beda. Ada orang yang berbakat dan lahir dengen genetik yang kreatif. Namun, pada beberapa orang kreativitas akan saat melakukan sesuatu.

Ada banyak kreatifitas yang bisa dilakukan di masa pandemi seperti sekarang ini dan juga bisa menjadi ajang menggali kompetensi diri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih unggul dan kompeten serta memiliki daya saing untuk menghadapi berbagai situasi kondisi seperti pandemi saat ini.

Serta langkah yang tepat untuk mewujudkan industri kreatif atau meningkatkan daya kreasi dan inovasi bukan hanya melalui ide-ide yang dimunculkan namun ada action dari berbagai pihak termasuk pemerintah untuk mewujudkan semua itu dan menunjukkan kontribusi nyata terhadap tingkat kreatifitas masyarakat terutama generasi millenial.

Anak-anak di Panti Asuhan diharapkan dapat lebih berkembang dengan baik di bandingkan anak yang tinggal di dalam keluarga utuh. Salah satu cara untuk mendidik anak agar dapat berkembang dengan baik ialah dengan menggali potensi yang dimiliki anak.

Pengembang kreativitas anak asuh dapat menjadi cara untuk menggali potensi yang dimiliki dan juga dapat bermanfaat saat anak tersebut dewasa. Disamping itu pengembangan kreativitas juga dapat sebagai sarana mendidik anak asuh menjadi seorang wirausaha. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan anak dapat memiliki nilai-nilai moral yang ada di dalam
kewirausahaan.

Salah satu cara meningkatkan kreativitas di masa pandemi Covid-19 ini dengan cara kegiatan Meronce Manik manik. Meronce memiliki banyak manfaat, diantaranya : melatih konsentrasi anak, merangsang kreativitas anak, melatih koordinasi mata dan jari tangan anak, mengenal konsep warna dan keserasian anak dan masih banyak lainnya. Meronce dapat memberikan kesempatan anak dalam berkarya juga dapat divariasikan dan dibentuk menurut keinginan sehingga anak tertarik dan terlatih untuk menciptakan ide baru, dapat melatih koordinasi mata dan tangan selain itu dengan kegiatan meronce anak akan merasakan dan mendapatkan pengalaman langsung, melatih konsentrasi serta terampil untuk melakukan kegiatan yang menggunakan kemampuan motorik halus dan lainnya.

Hal inilah yang mendasari kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PmKM) yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Pamulang mengenai Sosialiasi tentang Meningkatkan Kreativitas Anak Panti Asuhan dimasa Pandemi Covid-19 di daerah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

PmKM merupakan kewajiban Tri Dharma yang harus dilaksanakan oleh para mahasiwa. Sebagai insan akademis, para mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Universitas Pamulang berupaya untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) di tengah suasana
pandemi Covid-19.

Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Ketua Yayasan Panti Asuhan Dompet Yatim dan Dhuafa cabang Bintaro Yaitu Bapak Supriyanto yang bersedia memberikan sambutan serta doa bagi kelancaran dan keberlanjutan acara ini untuk kedepannya.

Lalu dari mahasiswa UNPAM dihadiri dan di ketuai oleh Mochamad Choirul, Wakil ketua Annisa Fitriyani, Bendahara Desta Ulviana Sandy, Dokumentasi Winda Raniyah Ramdhani dan Narasumber anak anak Panti Asuhan Dompet Yatim dan Dhuafa, serta didampingi dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Bapak Aditya yang telah memberikan serta membimbing kami sampai kegiatan berlangsung dan jumlah mahasiswa yang menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berjumlah 4 org yanv
telah dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2021.

Adapun materi yang dibawakan oleh kelompok kami tentang Meronce merupakan kegiatan pengembangan motorik halus, kegiatan menguntai dengan membuat untaian dari bahan-bahan yang berlubang, disatukan dengan tali atau benang. Memasukkan benang atau tali ke dalam lubang-lubangnya dibantu dengan jarum/tanpa jarum. Kegiatan meronce ditujukan untuk melatih koordinasi mata dan tangan anak. Memperoleh hasil roncean yang menarik tentu perlu terampil dan kreatif. Terampil melakukan roncean dengan lancar, tanpa mendapat luka/sakit jari, selain itu jarum dan bahan dapat digunakan. Kegiatan Meronce ini disambut antusias oleh anak anak panti dompet Yatim dan Dhuafa. Hal tersebut terlihat pada saat Meronce mereka sangat senang dan ingin membuat berbagai macam kerajinan tangan lagi.

Orang tua asuh di Panti Asuhan Dompet Yatim & Dhuafa Bintaro memiliki peran yang besar dalan mengarahkan seni dalam diri anak asuh. Kegiatan kreatifitas dilakukan dan diarahkan dengan tidak adanya paksaan, akan tetapi pihak Orang tua asuh panti dan anak Universitas Pamulang tetap memberikan motivasi tentang adanya kegiatan yang sedang dilakukan bermanfaat juga dimasa depan anak asuh nanti.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya anak panti yang mengikuti kegiatan pengembangan kreativitas. Hasil dari kreativitas ini dapat digunakan sebagai hiasan tangan, jari, dan juga kepala.

Kegiatan tersebut juga merupakan cara mendidik karakter anak apanti dengan menanamkan nilai yang terdapag dalam kewirausahaan, yaitu kerja keraa, jujur, mandiri, disiplin dan tanggung jawab. Bentuk kegiatan yang dilakukan anak panti adalah
pelatihan kerajinan tangan yang diberikan oleh Kakak- kakak Universitas Pamulang yang sedanv melakukan kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) di Panti Asuhan Dompet Yatim & Dhuafa Bintaro. Kerajinab tangan yanv dihasilkan berupa gelang, cincin dan bando. Selama melakukan kegiatan kreativitas ini tidak ditemukannya kendala yang dialami anak anak panti. Anak anak panti merasa senang dapat membuat gelang, cincin dan bando sebagai hiasan dan juga dapat dilihat gambar diatas betapa indahnya senyum senang anak panti dapat membuat gelang hasil karyanya sendiri. (Sbs11/Annisa Fitriyani)

You might also like
Comments
Loading...