Menghadapi Revolusi Industri 4.0, Bisakah?

 

Ditulis Oleh :
Ridwan Anggara (Ketua KUMALA PW. Serang)

Serang (24/11/2018) SatuBanten – Dunia memang akan selalu berkembang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, hari ini dihadapkan pada revolusi industri 4.0 dimana kecanggihan teknologi menjadi suatu inovasi pada perkembangan dunia baru. Dalam industri kecanggihan alat produksi menjadi suatu hal yang tidak bisa untuk dihindarkan.

Masyarakat global, siap atau tidak harus mampu menghadapai era globalisasi yang akan memperkuat kompetisi di masa depan, dengan era digitalisasi menjadi suatu komoditi hingga tidak dapat di pisahkan dengan ruang sosial, dalam menghadapi perkembangan dunia yang semakin kompetitif masyarakat global harus dapat meningkatkan kualitas individu agar tidak terhempaskan dalam persaingan arus globalisasi.

Kemajuan pesat dalam perkembangan kecanggihan teknologi, abad 22 menjadi gerbang untuk menghadapi dunia baru, sehingga manusia harus mampu beradaptasi untuk menjadi pemeran dalam kompetisi dunia.

Dalam upaya menghadapi suatu tantangan kemajuan peradaban masyarakat global harus mampu meningkatkan pondasi ilmu pengetahuan spiritual (keagamaan) yang kemudian tidak menutup diri dalam memahami ilmu pengetahuan secara umum tanpa membatasi ideologi yang inklusif.

Berkembangnya kemajuan teknologi tentu berkolerasi dengan kecanggihan alat komunikasi dan informasi sehingga pada era sekarang ruang komunikasi masyarakat global sangat mudah untuk di akses sehingga pertukaran informasi dari seluruh penjuru dunia sangat cepat. tentu media akan sangat berpengaruh dalam menggiring opini publik sehingga dapat merubah suatu stigma pemikiran masyarakat global dalam mendapatkan informasi.

Perkembangan dunia memang sudah ada dalam suatu literasi sejarah tokoh masa lalu yang seharunya pengisi peradaban hari ini harus mampu mempersiapkan untuk mengisi amunisi atas tatangan masa depan yang lebih kompetitif, kompetisi sosial masyarakat pada masa depan bukan lagi sekelompok sosial dari suatu daerah ke daerah melainkan dari suatu negara ke negara lain yang terintegrasi menjadi masyarakat global.

Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0 sudah mendapatkan keuntungan dalam bonus demografi dimana 40% masyarakatnya berada pada usia produktif sebagai upaya mengarungi pertarungan dimasa depan, tentu ini akan menjadi suatu yang anomali jika tidak dimaksimalkan dengan baik.

Pemeran dalam pertarungan era globalisasi masa depan akan dihadapi oleh pemuda hari ini yang untuk menunjang itu perlu adanya peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas.

Bonus demografi yang didapatkan hari ini harus menjadi aset untuk bangsa Indonesia dalam mengahapi perkembangan dunia di masa depan, negara harus mampu memberikan hak pendidikan bagi masyarakat serta gizi yang cukup untuk dapat membetuk kualitas manusia dan mental dalam mengisi kompetisi dunia sebagai masyarakat global.

Menjadikan suatu investasi yang menjadi prioritas bangsa dalam upaya menjawab revolusi industri 4.0 dan arus perkembangan era globalisasi sebagai cara memenangkan kompetisi dunia baru. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...