Mengenal Teknologi Jalan Tol Layang Cikampek yang diresmikan Pak Presiden

Bekasi, (12/12/2019) Satu Banten – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan jalan Tol Jakarta – Cikampek (Japek) II sepanjang 36,4 km, Kamis (12/12/2019). Jalan tol ini rencananya akan digratiskan hingga Libur Tahun Baru 2020.

Tahukah bahwa pembangunan proyek tol layang Jakarta-Cikampek II menggunakan sistem Sosrobahu, yakni teknik konstruksi asli ciptaan anak negeri yang digunakan dalam memutar “pierhead” (leher beton penyangga) agar tidak mengganggu arus lalu lintas di bawahnya. Teknologi Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang. Teknologi ini ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukawati.

Metode Sosrobahu berguna untuk mengatasi proses pembangunan jalan tol di atas jalanan yang sudah ramai, serta keterbatasan dan mahalnya biaya pembebasan lahan. Dengan teknik tersebut, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90 derajat sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas.

Teknologi Sosrobahu seperti itu, sebelumnya digunakan dalam pembangunan jalan layang Tol Wiyoto Wiyono (Tol Priok) pada tahun 1988-1990. Sejumlah negara, bahkan juga mengaplikasikan teknologi ini.

Dalam proyek tol layang Jakarta-Cikampek II itu bakal digunakan lebih dari 200 “pierhead” yang ditanam di tengah-tengah jalan tol tersebut. Hampir seluruh leher tiang penyangga, dikerjakan dengan menggunakan metode Sosrobahu tersebut.

Proyek tol layang Jakarta-Cikampek merupakan bentuk kerja sama operasi (KSO) antara PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk yang menandatangani kontrak dengan PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC), selaku anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang menjadi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Menurut Jokowi, dengan berfungsinya Japek II Elevated ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri baru terutama di kawasan Jababeka.

“Ini akan berdampak sangat positif terhadap perekonomian. Sentra-sentra industri di sekitar Karawang-Cikampek akan kembali tumbuh positif,” ujar Jokowi.

Tak hanya itu, distribusi barang, proses pengiriman bahan baku ke sejumlah kawasan industri juga menjadi lebih cepat. Sehingga mampu mendorong produktivitas, menurunkan biaya ekonomi dan industri sehingga memiliki daya saing yang lebih.

Proyek jalan tol ini memiliki nilai kontrak Rp 13,53 triliun, yang dimenangkan oleh
Waskita Karya memiliki porsi pengerjaan sebesar 51 persen dan mengerjakan pelaksanaan ruas Cikunir-Cikarang dengan panjang sekitar 19,7 kilometer. (Ero/SBS)

Comments
Loading...