Mengais Rejeki Di Aliran Sungai Cibanten

Serang, SatuBanrenNews – Yusuf Solihin, pria berusia 35 tahun. Warga Desa angsana, Serang-Bnaten yang tempat tinggalnya di lewati aliran sungai Cibanten, peria yang sehari-hari berjualan bunga di salah satu pasar yang cukup besar di Kota Serang yaitu pasar Rau Serang.

Aliran sungai Cibanten yang membelah jantung kota Serang tersebut ternyata membuahkan keuntungan tersendiri bagi Pria tersebut. Tak heran, selama ini banyak warga lain, selain Yusuf yang menjadikan sungai tersebut sebagai matapencaharian lain.

Tak ada alat khusus yang digunakannya dalam mencari barang bekas yang ikut terbawa aliran air kala hujan dating, hanya bermodalkan alat serok yang diberi tambahan tangkai pegangan sudah bisa menangkap sampah-sampah yang hanyut.

Yusuf menjelaskan, sampah yang diambilnya ini merupakan sampah yang dibuang oleh warga kealiran sungai Cibanten ini, bukan hanya sampah plasti terkadang bantal, kasur, karpet sampai helem ada.

“Dari pada sampahnya nyangkut dipohon jadi pendangkalan dan penyumbatan aliran sungai kan mending diambilin, tambahnya”.

Dia mengaku, hampir setiap hujan turun dia dibantu oleh anaknya selalu pergi kealiran sungai untuk bersiap mengambil sampah-sampah plastik yang hanyut.

“Lumayan cukup beresiko. Karena, bisa saja kan air sungai tiba-tiba naik karena ada hujan di wilayah hulu,” katanya.

Yusuf menambahkan, biasanya juga teman saya ada yang mengambil kayu yang hanyut seperti bamboo, bekas kusen dan sebagainya.(SBS/MHS)

You might also like
Comments
Loading...