Membangun Semangat Belajar Anak Usia Dini Melalui Kreatifitas

 

Oleh :  Nur Azizah Rahmah/Mahasiswa Universitas Pamulang

 

Satubanten.com- Anak usia dini memiliki berbagai perkembangan sebagai penunjang anak dalam tahap proses pertumbuhan anak, seperti perkembangan fisik, motorik, kognitif, sosial dan bahasa. Dalam segala proses pertumbuhan dan perkembangan anak ada banyak kemungkinan bahwa masih ada anak yang mengalami segala permasalahan yang dapat memperhambat proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Sejak adanya pandemi Covid-19 mengharuskan anak-anak untuk belajar daring atau online, tentu akan berdampak bagi anak-anak ini sendiri. Pada pembelajaran online, anak-anak menjadi kurang aktif dalam menyampaikan aspirasi dan pemikirannya, sehingga dapat mengakibatkan pembelajaran yang menjenuhkan terutama pada anak anak usia dini.

Pada dasarnya anak-anak memiliki imajinasi yang tidak terbatas dan ini menjadi modal untuk membuatnya lebih kreatif. Namun dengan teknologi gadget yang saat ini mudah didapatkan, hal ini terkadang membuat anak kurang aktif dan kreatif. Salah satu cara agar anak-anak tidak jenuh dengan pembelajaran yang itu-itu saja, maka kami jadikan model pemberian contoh dan hal apa saja yang bisa dilakukan bersama dengan masyarakat sekitar taman baca kebun literasi.

Agar anak-anak ini termotivasi dalam belajar dengan cara menyelipkan beberapa praktek seperti membuat prakarya, menyanyi, berkebun dan lain sebagainya setelah mereka selesai pada pembelajaran teori. Dan harapan kami kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat

sekitar serta sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong proses dan semangat belajar pada anak-anak usia dini
Hal inilah yang mendasari Kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PmKM) yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Pamulang mengenai Membangun Semangat

Belajar Anak Usia Dini Melalui Kreatifitas di Taman Baca Kebun Literasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah membuat kreatifitas dari bahan bekas menjadi sebuah benda yang bermanfaat. Dari sana kita bisa menilai anak anak di taman baca kebun literasi ada yang percaya diri, anntusias anak-anak, keseragaman hasil karya mereka, dan berbagai bentuk ekspresi anak- anak. Untuk mendeskripsikan peningkatan kreativitas anak setelah pelaksanaan pengembangan kreativitas anak melalui pemanfaatan bahan bekas. Hasil dari kegiatan ini membantu mereka untuk lebih semangat untuk belajar karena selain materi yang di dapat mereka juga bisa mengekspresikan dirinya melalui kreatifitas sejak dini. Namun dalam pengadaannya memerlukan kerjasama dengan orang tua.

Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Koordinator Kebun Literasi yang bersedia memberikan sambutan serta do’a bagi kelancaran dan keberlanjutan acara ini untuk kedepannya. Lalu dari mahasiswa UNPAM dihadiri dan di ketuai oleh Nur Azizah Rahmah, Wakil Ketua Nita Rifaul Khusna, Bendahara Ambarwati, Dokumentasi Marifa Nur Alia, dan Narasumber Dhana Idham Saputra, serta didampingi dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Ibu Ratih Qadarti Anjilni, S.E, M.Ak yang telah memberikan serta membimbing kami sampai kegiatan berlangsung dan jumlah mahasiswa yang meyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berjumlah 4 orang.

PKM ini dilakukan sebagai pengabdian mahasiswa Universitas Pamulang kepada masyarakat dan syarat untuk mendapatkan sertifikat CISS. Ada banyak cara untuk membuat anak-anak semangat dalam melakukan pembelajaran, salah satunya adalah dengan belajar dan membuat kreativitas dari barang bekas yang masih layak pakai dengan memanfaatkan botol aqua dan stik es krim. Ketika pertama kami datang di kebun literasi tersebut anak-anak sangat antusias dan bahagia pada saat materi berlangsung.

Hal tersebut terlihat pada saat kami mulai membuat kreativitas pada aqua botol yang kami potong karena akan di jadikan pot atau vas bunga untuk bercocok tanam, selanjutnya aqua botol ini di lukis anak-anak ada berbagai macam gambar yang mereka buat, selain itu juga kami mengajarkan anak-anak mengkreasikan stik eskrim menjadi wadah yang bermanfaat tujuan lainnya adalah untuk melatih kemampuan kognitif anak-anak tersebut. Kemampuan kognitif adalah cara anak berpikir, mencari tahu, melakukan percobaan dan mengeksplorasi. Kemampuan ini bisa berkaitan dengan karakter, mengatasi masalah dan kemampuan anak-anak untuk berkreativitas sedini mungkin.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan anak-anak di Taman Baca Kebun Literasi dapat termotivasi bahwa belajar itu sangat menyenangkan dan dengan memanfaatkan barang bekas anak -anak menjadi tau bahwa barang bekas ada nilai manfaatnya yang bisa mereka gunakan kembali untuk berkreasi, berkreativitas dan lebih aktif dalam pembelajaran. (Sbs11)

You might also like
Comments
Loading...