Masyarakat Gemas, Pemerintah Tak Kunjung Perbaiki Jembatan

Tangerang (16/06/2019) SatuBanten. News – Jembatan pada dasarnya suatu konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah, sungai, danau, saluran irigasi dan lain-lain.

Apabila jembatan mengalami sebuah kerusakan pada bagian tubuh jembatan, maka akan menjadi penghambat alur transportasi yang mengakibatkan dampak sisi negatif bagi bidang sosial, geografi, politik, dan ekonomi.

Menurut Farihatun Nashriyah, seorang aktivis mahasiswa, dari Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) dalam bidang ekonomi, jika jembatan mengalami kerusakan maka system perekonomian disuatu daerah akan terhambat dan menyebabkan perekonomian menjadi lemah.

Seperti jembatan Lontar yang berada diatas sungai Cimanceri kecamatan Lontar Kabupaten Tangerang, menghubungkan dua daerah yaitu kecamatan Kronjo dan Kemiri.

Jembatan yang dibangun tahun 1980-an silam ini rawan ambruk, dikarenakan ada beberapa kerusakan dan juga faktor usia yang mengakibatkan pondasi jembatan mengelupas dan penyanggah tiang doyong, sehingga membuat retakan pada tubuh jembatan.

Hal itu sangat mengkhawatirkan bagi pemudik yang hendak melewati jembatan karena kondisi jembatan yang hampir ambruk, memaksa para pengendara motor dan mobil harus saling bergantian melewati jembatan tersebut.

Masyarakat berinisiatif menopang jembatan dengan papan besi agar tidak memutus jalur utama Mauk dan Kronjo yang fungsinya cukup fital. Kendaraan yang besar seperti truk tanah pun kini telah dilarang melintasi jembatan,

“ini demi keselamatan dan nyawa manusia. Sebagai antisipasi karena khawatir menimbulkan korban”, kata Kepala Satlantas Polresta Tangerang Kompol Ari Satmoko di Tangerang, selasa (19/3/2019).

Dalam kejadian ini masyarakat menyayangkan sikap pemerintah yang kurang tanggap dalam menghadapi kerusakan jembatan padahal pihak kecamatan Kemiri sudah mengajukan pembangunan jembatan, melalui kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) kecamatan Kemiri sejak tahun 2017 lalu.

Diketahui juga pelaksana tugas (PLT) camat Kemiri Yati Nurul Hayat, pihaknya dari kecamatan telah melaporkan kondisi jembatan Lontar kepada Bupati Tangerang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).

Namun kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Slamet Budii Mulyanto menyatakan sudah mengirimkan surat kepada Pemerintah Provinsi Banten, karena jembatan tersebut merupakan asset dari pemprov Banten, sehingga pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam memperbaiki jembatan, akan tetapi berhak mengusulkan proyek itu. Namun sampai tahun ini belum terealisasikan.

Masyarakat sekitar khususnya warga Tangerang berharap pemerintah cepat tanggap dalam menangani masalah ini. Dikhawatirkan jembatan tua tersebut dapat roboh sewaktu-waktu dan memungkinkan banyak korban berjatuhan, juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi antar dua daerah (Mauk Kronjo). (RR/SBS31)

Penulis : Muhamad Raghib Asfihani, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di UIN Sultan Maulana Hassanuddin Banten

You might also like
Comments
Loading...