Manisnya Usaha Kue Tradisional Dengan Omzet Puluhan Juta

Serang, (16/01/2019) Satubanten.com – Salah satu bisnis yang tak ada matinya dengan prospek yang menjanjikan adalah bisnis kue. Peluang untuk mendapatkan pasar dalam bisnis kue terbilang mudah dan besar.

Salah satunya Aminah (40) seorang pembuat kue satu yang ada di Kampung Magelaran Cilik, Desa Priyai, Kecamatan Kasemen. Meski kue satu termasuk dalam kue tradisional, tapi omzet yang didapatkannya cukup menjanjikan.

Dari pemasarannya yang hingga ke luar daerah, dia bisa mendapatkan omzet sampai puluhan juta rupiah dalam satu bulan. “Hampir diseluruh pasar yang ada di Serang, Pandeglang, Rangkas, dan Tangerang itu dari kami,” ujarnya.

Dalam satu minggu, dia bisa memproduksi sampai tiga kwintal kacang hijau, atau bahan kue. “Kalau hari biasa, seminggu bisa bikin tiga kali, dan sekali bikin itu satu kwintal kacang hijau dan gula,” katanya.

Selain kue satu, Aminah juga memproduksi kue gipang yang berbahan dasar dari beras ketan, gula dan gilingan kacang tanah.

Pembuatan kue-kue tradisional tersebut semuanya dilakukan secara manual. Dengan memperkerjakan 15 orang karyawan, dan memanfaatkan panas dari sinar matahari, membuat kue produksinya memiliki rasa khas.

“Kalau saya bikin kuenya masih tradisional, kalau biasanya yang lain pake oven buat bakar kuenya, saya pake sinar matahari, jadi dijemur. Rasanya juga beda sama kue satu yang lain,” katanya.

Memang terkadang dia juga menggunakan oven, apabila tidak ada panas matahari. “Kalo di bakar pake oven itu lebih keras kuenya, nah kalo dijemur lebih enak, lebih empuk,” ucapnya.

Harga sebungkus kue gipang ukuran kecil dia jual mulai harga Rp 4.000 sampai Rp 14.000 per bungkusnya, sedangkan untuk yang di toples dia jual Rp 20.000 per toplesnya.

Untuk harga kue satu, dia menjualnya mulai dari Rp 3.000 sampai Rp 10.000 per bungkusnya, dan Rp 11.000 untuk yang di toples. “Bisa tahan paling lama delapan bulan, yang penting jangan kena sinar matahari langsung,” ujarnya. (SBS/Q-029)

You might also like
Comments
Loading...