Manfaat Permainan Tradisional Bentengan

Serang (25/06/2019) SatuBanten. News – Permainan bentengan adalah salah satu permainan tradisonal yang sangat diminati oleh anak-anak untuk mengisi waktu luang atau menghapus rasa penat pada masanya. Permainan ini dimainkan berkelompok yang membutuhkan ketangkasan, kecepatan dan strategi yanng handal. Permainan ini merupakan salah satu permainan yang cocok untuk digunakan berolahraga. Hal ini di sebabkan karena pada setiap pemain di haruskan untuk berlari mengejar atau menangkap lawan.

Tujuan utama permainan ini adalah menyerang dan mengambil alih benteng/markas lawan. Manfaat permainan bentengan: Dalam suatu permainan tradisional, selain menyenangkan tentunya terdapat pelajaran dan pesan moral yang dapat di ambil. Selain itu juga permainan bentengan ini memiliki banyak manfaat yang tidak semua anak-anak menyadarinya.

Manfaatnya diantaranya.
1. Dapat melatih kecepatan atau kelincahan dalam berlari.
2. Dapat melatih daya tahan tubuh dan kekuatan tubuh karena dalam permainan ini pemain di tuntut untuk selalu berlari menangkap lawan-lawannya.
3. Dapat melatih kerjasama antar tim untuk mengalahkan kelompok satu sama lainnya. Jadi permainan bentengan ini mempunyai banyak manfaat. Selain untuk menghibur permainan ini juga dapat memberikan kebugaran jasmani.

Jadi, kita sebagai anak-anak jaman sekarang harus ikut terus dalam melestarikan permainan bentengan ini di era globalisasi seperti jaman sekarang ini, karena selain permainan ini sangat menghibur juga dapat menyehatkan tubuh pemain juga, serta banyak manfaat yang dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, permainan tradisional juga dapat mengajarkan kita untuk tetap bersosialisasi dengan orang-orang yang ada di sekitar kita dibandingkan dengan memainkan permainan yang ada di android pada masa sekarang.

Karena di dalam permainan tradisional juga terdapat unsur kesahatan, solidaritas, kejujuran, dan ketekunan. Cara bermain permainan ini dimainkan oleh 2 grup, yang masing-masing grup terdiri dari 5 atau lebih orang. Selanjutnya masing-masing kelompok memilih tiang atau pilar atau boleh benda yang lain yang di jadikan sebagai “ benteng/markas “. Para anggota kelompok akan berusaha menyentuh lawan dan membuatnya “tertawan/tertangkap”. Pemain harus sering kembali dan menyentuh bentengnya karena “penawan” dan yang tertawan di tentukan dari waktu terakhir menyentuh “benteng”.

Orang yang paling dekat waktunya menyentuh benteng berhak menjadi “penawan”. Mereka bisa mengejar dan meyentuh anggota lawan untuk menjadikan mereka tawanan. Pemenang dari permainan ini dapat di tentukan dari kelompok mana yang terlebih dahulu dapat menyentuh benteng dari kelompok lawannya dan meneriakan kata “Benteng”. Strategi dalam permainan bentengan biasanya para setiap kelompok membagi masing anggota kelompoknya menjadi “penyerang, mata-mata, pengecoh dan yang menjaga benteng”.

Tugas dari penyerang adalah mencari celah untuk menyentuh benteng lawan. Mata-mata bertugas untuk mencari lawan yang bersembunyi, sedangkan pengecoh bertugas untuk mengecoh pemain lawan agar tidak fokus, dan tugas yang paling penting adalah penjaga benteng yaitu untuk melindungi benteng dari serangan pemain lawan dengan cara apapun. (RR/SBS31)

Penulis : Firas Zona Prasetio, Jurusan Tarbiyah dan Keguruan di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

You might also like
Comments
Loading...