Malu Dilabelin Keluarga Miskin, 50 Warga Mundur dari Program PKH

Tangerang (5/9/2019) Satubanten.com – Sejak dilakukan verikasi lapangan data oleh petugas gabungan dari Dinas Sosiial Kota Tangerang, Camat dan Lurah dalam beberapa hari terakhir, tak kurang dari 50 keluarga telah mengundurkan diri dari daftar penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Salah satunya , Siti Jubaidah, warga RW 07, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari memutuskan untuk berhenti mendapatkan bantuan. Sudah tiga tahun Ia menjadi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah Pusat.

Wanita tiga anak ini bersedia digraduasi dan menandatangani pemberhentian penerimaan bantuan “Keluarga Miskin” setelah kini dirinya sudah memiliki rumah yang layak, kendaraan roda empat serta lima kontrakan yang terisi setiap bulannya.

Saat diverifikasi lapangan oleh petugas Dinas Sosial Kota Tangerang bersama pegawai kecamatan, yang bersangkutan langsung menyatakan tidak mau dipasang label dan memilih mengundurkan diri. Karena dia juga menyadari secara sadar seharusnya dia tidak menerima.

“Saya sudah terima sejak 2016, beras telur dan uang setiap bulannya. Saya terima dari Kementrian Sosial. Kalau sekarang harus dilabelisasi “Keluarga Miskin” saya tidak mau.” ujarnya dikutip Humas Pemkot, Kamis (5/9).

“Malu lah saya dengan tetangga, apalagi kalau keluarga saya datang kerumah, apa kata mereka,” imbuh Jubaidah.

Ia pun menyatakan, secara sadar ia mengetahui dan menyadari bantuan yang diterima dari Pemerintah sudah tidak pantas dia dapatkan lagi.

“Tidak ada paksaan atau apapun, saya mengundurkan diri dari peserta penerima bantuan. Saya justru merasa malu, wong setiap hari saya olah jenis makanan layak, mosok iya saya masih mendapat bantuan,” katanya.

Sementara itu, Dinas Sosial akan melakukan labelisasi “Keluarga Miskin” kepada penerima bantuan secara berkala di 13 kecamatan. Sebagai tahap pertama, Kecamatan Neglasari menjadi lokasi verifikasi pertama.

Plt Kepala Dinsos Suli Rosadi menuturkan program ini bertujuan memverifikasi secara lebih jelas target penerima bantuan yang lebih tepat sasaran. Mengurangi pihak-pihak yang tidak layak menerima namun pura-pura miskin. Sehingga selanjutnya, semua bantuan yang dikucurkan bisa tepat sasaran.

“Saya pun berharap, masyarakat Kota Tangerang yang tidak layak menerima bantuan untuk proaktif terhadap program ini. Sehingga jumlah kemiskinan serta bantuan yang dikucurkan baik dari Pemerintah Kota Tangerang maupun pusat bisa lebih tepat sasaran,” harapnya. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...