Libatkan Masyarakat, Pemkot Serang Tangani 34 Kawasan Kumuh

Serang (30/9/2019) Satubanten.com – Dalam upaya menuntaskan kawasan kumuh di Kota Serang, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) membuat program Peningkatan Peranan Wanita Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). Sebab, peran serta masyarakat dalam mengubah perilaku hidup sehat sangatlah penting.

“Indikator kota sehat itu, salah satunya pemberdayaan masyarakat, jadi kami tidak selalu menggantung pada infrastruktur. Dengan adanya kegiatan ini kami merubah mindset masyarakat dalam membentuk karakter masyarakat untuk berprilaku hidup sehat. Mulai dari bawah dahulu kami melakukannya,” kata Kepala Dinkes Kota Serang, usai membuka acara P2WKSS , Senin (30/9).

Apabila, kata dia, masyarakat sudah mulai menggunakan Mandi Cuci Kakus (MCK) dan membuang sampah pada tempatnya, itu berarti mereka sadar akan pentingnya hidup sehat. Namun, untuk mengubah perilaku tersebut tidaklah mudah. Perlu adanya dukungan serta keinginan tinggi dari masyarakat itu sendiri.

“Jadi, peran kami Dinkes Kota Serang adalah memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk berprilaku hidup sehat. Masih banyak yang perlu kami lakukan, salah satunya dengan kegiatan ini, kami harapkan dapat menurunkan kawasan kumuh,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Serang Syafrudin menjelaskan, dalam program tersebut perlu dibarengi dengan keinginan serta sarana prasarana yang baik. Karena, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah fasilitas untuk mereka melakukan kegiatan sehari-harinya.

“Salah satu syarat penilaian dari P2WKSS itu adalah kawasan kumuh. SDM pun perlu, kemudian infrastruktur. Yang harus dilakukan masyarakat saat ini adalah untuk menyalurkan kembali apa yang disampaikan oleh kami. Sehingga kedepan mereka bisa hidup dengan sehat,” katanya.

Kelurahan Bendung, Margaluyu dan Kilasah Kecamatan Kasemen saat ini menjadi daerah yang diprioritaskan dalam penanganan kawasan kumuh. Sebab, masih banyak masyarakat yang melakukan buang air besar di kebon ataupun aliran sungai. Tentu saja hal ini membuat permukiman penduduk menjadi kumuh dan tidak layak.

Seperti diketahui, tahun ini Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Serang melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sedang menangani kawasan kumuh di 34 kelurahan. Termasuk yang disebutkan tadi, khususnya Kecamatan Kasemen. (SBS)

You might also like
Comments
Loading...