LAZ Harfa Banten Gelar Buka Bersama di Pelosok Desa

Serang (26/5/2019) Satubanten.com  – LAZ Harfa sebagai Lembaga non profit asal Banten yang menghimpun dana zakat, infak, sedekah, wakaf dan dana sosial lainnya terus menggugah kepedulian masyarakat dan mewujudkan harapan para kaum dhuafa, salah satunya yaitu dengan mengadakan acara “BUKBER” atau Buka Puasa Bersama yang diadakan di Pelosok Desa, tepatnya di Kampung Batu Payung, Desa Sorongan, Kec. Cibaliung Kab. Pandeglang.
Dalam rilis tertulis yang diterima Satubanten.com, Sabtu (25/5),  Kegiatan Bukber ini diikuti oleh 36 KK (Kepala Keluarga) dan tokoh masyarakat setempat. Desa Sorongan sendiri merupakan Desa binaan dari LAZ Harfa, dan di KP. Batu Payung saat ini 85% masyarakatnya sudah menggunakan cubluk sebagai tempat untuk pembuangan air dan akan berangsur-angsur beralih menggunakan jamban, sebab sebelumnya mereka masih “Dolbon” atau modol di kebon, akan tetapi semenjak LAZ Harfa datang perilaku tersebut menjadi berubah ke arah yang lebih baik lagi.
Tujuan diadakannya bukber ini yaitu untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat di pelosok desa dengan LAZ Harfa dan tentu mewujudkan harapan para kaum dhuafa untuk bisa merasakan berbuka puasa dengan berbeda dan penuh kebahagiaan.
Semua kalangan baik bapak-bapak, anak-anak dan ibu-ibu menyambut dengan penuh antusias acara bukber ini, sebab jarang sekali ada acara kumpul buka bersama-sama seperti ini. “Alhamdulillah dapat mempererat persaudaraan ini dengan adanya Bukber, hal ini selain bertujuan untuk silaturahmi juga agar masyakarat setempat dapat semakin mengenal dan dekat dengan para Field Facilitator (Pendamping Desa) yang sengaja diutus oleh LAZ Harfa di pelosok-pelosok desa di Banten” Ungkap Supriyadi Selaku Koordinator FF.
Untuk dapat sampai ke pedesaan, rute yang dilalui cukup jauh dan juga terjal. Melewati hutan-hutan lalu harus menyebrangi sungai menggunakan ‘getek’ yang kondisinya sudah mulai rapuh apalagi jika musim hujan maka getek jarang digunakan. Tak cukup disitu, kita harus melewati rimbunnya hutan kembali. Begitulah yang harus masyarakat lakukan setiap saatnya jika hendak keluar dari kampungnya. Bahkan beberapa diantara mereka tak pernah mengenal bagaimana wujud pusat kota dari “Pandeglang” sendiri.
Selain itu, pengadaan listrik di desa ini baru dilakukan baru-baru ini sebelumnya mereka hanya menggunakan lampu petromax sebagai alat penerangan, bahkan yang lebih mirisnya adalah mereka tak pernah bisa merasakan makanan yang enak dan nikmat setiap saatnya.

Rata-rata masyarakat juga hanya menjadi seorang petani sehingga penghasilannya sehari-hari tak menentu, ditambah kondisi jalan yang jauh dan banyak halang rintangnya. Sutisna, salah satu penerima manfaat mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur sekali dengan adanya buka puasa bersama ini. 

Sutisna, salah satu penerima manfaat mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur sekali dengan adanya buka puasa bersama ini. “Alhamdulillah, terimakasih sudah mau pada kesini jauh-jauh dari kota, maaf kami disini nggak bisa balas apa-apa Cuma bisa ngedoain biar dikasih selamat, dijauhkan dari marabahaya dan dilindungi sama gusti Allah.”

 

“Seneng banget pada rame-rame kesini, biasanya kita buka puasa mah seadanya aja, soalnya kalo mau makanan enak harus ke pasar, pasarnya jauh di cibaliung. Makan ayam pun jarang paling pas lebaran aja itu kita bisa makan, bersyukur banget sekarang bisa ngerasain buka puasa bareng disini sama warga semuanya dan sama LAZ Harfa, terimakasih LAZ Harfa dan juga para donaturnya” ungkap Inah salah satu warga. (SBS/02)

 

 

 

You might also like
Comments
Loading...