Larangan Keras Walikota Serang Mudik Menggunakan Kendaraan Dinas

Serang, (29/05/2018) Satubanten -Walikota Serang larang para pegawai (ASN) pemkot mudik menggunakan mobil Dinas atau mobil plat merah.

Ia mengatakan para pegawai hanya boleh memakai mobil dinas hanya untuk tugas negara dan jam kerja saja. Karena sudah di tetapkam peraturannya dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 87 Tahun 2005 tentang Pedoman Peningkatan Pelaksanaan Efisiensi, Penghematan, dan Disiplin Kerja.

” Namanya kendaraan dinas, bisa digunakan untuk kepentingan negara saja tidak bisa untuk kepentingan pribadi seperti mudik” Ujar Walikota Kamis, (26/05).

Tb.Khaerul Jaman Walikota Serang pelarangan menggunakan mobil dinas untuk mudik sudah sesuai dengan aturan yang ada. Karena itu, ia mengimbau ASN yang diberikan fasilitas mobil dinas untuk menyimpan mobil tersebut di garasi kantor.

Pasalnya hal itu dilakukan demi menghindari adanya resiko pencurian dan kerusaka pada kendaraan milik negara atau Kendaraan dinas (Randis). ” Bila perlu kendaraan ditaruh di garasi kantor yang ad CCTV nya supaya terhindar dari kemalingan.” Katanya.

Sekali lagi Jaman secara tegas melarang kendaraan dinas (randis) digunakan untuk keperluan mudik pada Lebaran Idul Fitri nanti. 

Walikota Serang mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada ASN yang tetap mengeyel menggunakan kendaraan dinasnya untuk mudik. Jika ada yang melanggar, sanksi yang diberikan disesuaikan dengan jenis pelanggaran yang dilakukan. “Sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.” Ujarnya.

Bahkan Jaman akan meminta bagian Aset BPKAD Kota Serang untuk mengawasi selama liburan Lebaran nanti dan pendataan kendaraan dinas, hal itu dilakukan hanya untuk memastikaan kendaraan dinas terparkir didepan kantor OPD saat Idul Fitri mendatang.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Serang Uhen Juhaeni sangat setuju dengan kebijakan Walikota Serang, jika melarang ASN mudik dengan kendaraan dinas atau plat merah. “ Terkait penggunaan kendaraan ASN itu kan digunakan untuk dinas. Kalau digunakan untuk mudik kalau terjadi sesuatu, siapa nanti yang akan tanggung jawab?” Ucapnya saat di konfirmasi melalu via Telepon. (SBS/Uul)

You might also like
Comments
Loading...