Lakukan Pengabdian, Prodi Teknik Industri UNPAM Gelar Penyuluhan Pembuatan Rencana Keselamatan Kerja

Penyuluhan Pembuatan Rencana Keselamatan Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Safety Pada PT. Triharja Jasa Utama

Satubanten.com – Salah satu wujud dari pengelolaan sumber daya manusia dalam perusahaan adalah adanya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja serta lingkungannya dan juga cara-cara melakukan pekerjaan.

Undang-Undang tentang Ketenagakerjaan pasal 35 ayat 3 menyebutkan bahwa pemberi kerja, dalam hal ini adalah perusahaan, dalam mempekerjakan tenaga kerja wajib memberi perlindungan kepada para pekerjanya yang meliputi kesejahteraan, keselamatan, dan kesehatan, baik berupa mental maupun fisik pada tenaga kerja. Dan disebutkan juga pada pasal 86 ayat 2 bahwa diselenggarakan upaya K3 adalah untuk melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal. Oleh karena itu, setiap perusahaan sudah seharusnya memiliki dan menerapkan Sistem Manajemen K3 yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.

Data dari International Labor Organization (ILO) menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan-kecelakaan fatal di negara berkembang empat kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan kecelakaan-kecelakaan kerja yang pada negara-negara industri. Mayoritas kejadian kecelakaan dan penyakit kerja yang terjadi pada negara berkembang terdapat pada bidang-bidang perikanan dan perkayuan, pertanian, pertambangan, dan konstruksi (Wilson, Takahashi et al. 2006). Angka kecelakaan kerja di Indonesia menunjukkan angka yang sangat mengkhawatirkan. Bahkan menurut ILO, Indonesia berada pada posisi ke 52 dari 53 negara dengan catatan manajemen K3 yang buruk (ILO, 2006).

Sementara dari situs Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat pada bulan Juli 2015 terdapat 50.089 kasus kecelakaan yang mana itu diklaim turun dari tahun sebelumnya(Ketenagakerjaan 2015). Namun dari situs yang sama diperoleh data jumlah kecelakaan kerja selama tahun 2015 adalah sebesar 105.182 kasus dimana tercatat 2.375 kasus kecelakaan berat (Ketenagakerjaan 2016). Data lain mengenai proporsi kecelakaan kerja di Indonesia juga di keluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bahwa sektor konstruksi merupakan penyumbang terbesar angka kecelakaan kerja disusul dengan industri manufaktur sebesar 32%, berbeda dengan sektor transportasi (9%), kehutanan (4%) dan pertambangan (2%). Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang jauh lebih kecil:

Diagram perbandingandta kecelakaan kerja dan penyakit kerja.

Konstruksi adalah salah satu sektor utama perekonomian Indonesia yang menyerap jumlah tenaga yang cukup tinggi. Data dari Biro Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa jumlah tenaga kerja di konstruksi jauh meningkat, dari 4.844.689 orang pada tahun 2010 menjadi hampir dua kali lipat pada tahun 2015, sebanyak 8.208.086 orang atau sekitar 7% dari 114 juta orang pekerja (Statistik 2017).

PT. Triharja Jasa Utama merupakan perusahaan konstruksi kecil yang berdiri pada tahun 2002, hingga saat ini masih aktif melakukan pekerjaan pada proyek pemerintah maupun swasta, perusahaan ini terletak di Jalan Padjadjaran no 24 Tangerang Selatan. PT. Triharja Jasa Utama merupakan perusahaan kontraktor yang bergerak dibidang sipil, mekanikal dan elektrikal. Melihat kecenderungan pembangunan yang cukup masif yang dilakukan oleh pemerintah saat ini PT. Triharja Jasa Utama telah melakukan perubahan  mendasar didukung oleh staf yang profesional dan berpengalaman dibidangnya yang memiliki komitmen, keahlian dan penguasaan teknologi dalam mengelola proyek konstruksi.

Masalah-masalah keselamatan dan kesehatan kerja di PT Triharja Jasa Utama tidak lepas dari kegiatan dalam industri secara keseluruhan, maka pola-pola yang harus dikembangkan di dalam penanganan bidang keselamatan dan kesehatan kerja dan pengadaan pengendalian potensi bahaya harus mengikuti pendekatan sistem yaitu dengan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Perbuatan tidak aman (unsafe act) maupun keadaan yang tidak aman  (unsafe condition) berakar lebih dalam dari pada kecelakaan yang terlihat atau teralami.

Seandainya manajemen keselamatan dan kesehatan kerja mengingatkan sedini mungkin mengenai faktor bahaya dan risiko kecelakaan kerja serta mewajibkan penggunaan alat pelindung yang sesuai dengan potensi bahaya yang ada di perusahaan maka para pekerja pun akan waspada pada saat berada di lokasi berbahaya dan beresiko kecelakaan kerja tersebut. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kecelakaan kerja yang terjadi berasal dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang tidak dilakukan dan diterapkan dengan baik serta lemahnya penerapan manajemen resiko pada setiap unsur yang ada dalam  lingkungan dan kegiatan perusahaan.

Berdasarkan kondisi di atas, perlu adanya upaya yang dilakukan untuk membantu para pelaku usaha jasa kontruksi dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya mematuhi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk menekan tingkat kecelakaan kerja. Untuk itu, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa membantu para pelaku usaha jasa konstruksi khususnya di PT. Triharja Jasa Utama yang berlokasi di Pamulang, Tangerang Selatan dengan kegiatan “Penyuluhan Pembuatan Rencana Keselamatan Kerja untuk Meningkatkan Kinerja Safety pada PT. Triharja Jasa Utama”.

Sehubungan masih dalam situasi Pandemik Covid-19, maka kegiatan PKM diselenggarakan dalam bentuk daring menggunakan aplikasi Google Meet, dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 22 Desember 2020.

Kegiatan PKM dihadiri oleh Bapak Hendro Prasetiyono, SH, salah satu pimpinan PT. Trijasa Jasa Utama didampingi beberapa stafnya. Kemudian dari Kegiatan PKM – Universitas Pamulang terdiri dari 3 dosen, dimana Bapak Gilang Ardi Pratama, S.Kel, M.T sebagai Ketua dan narasumber, Bapak Dr. Achmad Hanafi Setiawan, M.Sc dan Ir. Karya Subarman, MM sebagai anggota, sedangkan perwakilan dari mahasiswa terdiri dari Avi Melenia Febriani, Rina Julia Dwi Permatasari dan Fahmi Firdiansyah.

Bapak Hendro Prasetiyono dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Pamulang, khususnya Program Studi Teknik Industri atas kepeduliannya untuk menyelenggarakan kegiatan penyuluhan membantu pelaku jasa usaha kontruksi khusus PT. Trijasa Utama dalam Pembuatan Rencana Keselamatan Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Safety dan berharap  kegiatan PKM  ini bermanfaat dan dapat dipraktekkan di lapangan dalam rangka mencegah kecelakaan kerja dalam pekerjaan jasa konstruksi.

Awal pemaparannya, Gilang Ardi Pratama sebagai narasumber menjelaskan bahwa Keselamatan Konstruksi adalah segala kegiatan keteknikan untuk  mendukung Pekerjaan Konstruksi dalam mewujudkan pemenuhan  standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan  yang menjamin keselamatan keteknikan konstruksi, keselamatan  dan kesehatan tenaga kerja, keselamatan publik dan lingkungan. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi yang selanjutnya  disebut SMKK adalah bagian dari sistem manajemen  pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dalam rangka menjamin  terwujudnya Keselamatan Konstruksi sedangkan Rencana Keselamatan Konstruksi yang selanjutnya di sebut RKK merupakan dokumen lengkap rencana penerapan SMKK dan merupakan  satu kesatuan dengan dokumen kontrak. Setiap calon penyedia jasa konstruksi wajib menyusun dan menyampaikan RKK dalam dokumen penawaran.

RKK yang disusun harus sesuai dengan standar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Perumahaan Rakyat (PUPR) No. 14/PRT/M/2020. Dokumen Rencana Keselamatan Konstruksi atau RKK yang disusun oleh penyedia ditandatangani oleh pemimpin tertinggi diperusahaan penyedia jasa konstruksi, diperiksa oleh pihak pengawasan pekerjaan kemudian ditandatangani oleh pemimpin  tertinggi penyedia jasa konstruksi dan disetujui pengguna jasa yang diwakili oleh pejabat Pembuat Komiten setelah memberikan persetujuan pada rapat persiapan pelaksanaan pekerjaan konstruksi (pre-construction meeting).

Adapun inti dari RKK, lanjut Gilang Ardi, yang pertama, kepemimpinan dan partisipasi pekerja dalam keselamatan konstruksi yang terdiri dari kepedulian pimpinan terhadap isu eksternal dan internal serta komitmen keselamatan kontruksi, kedua, perencanaan keselamatan konstruksi yang terdiri dari  identifikasi bahaya, penilaian resiko, pengendalian dan peluang, kemudian rencana tindakan (sasaran dan program) serta standar dan peraturan perundangan, ketiga,dukungan keselamatan kontruksi yang terdiri dari sumber daya, kompetensi, kepedulian dan komunikasi serta informasi terdokumentasi, keempat,operasi keselamatan konstruksi yang terdiri dari perencanaan operasi dan kesiapan dan tanggapan terhadap kondisi darurat dan yang keempat, evaluasi kinerja keselamatan konstruksi yang terdiri dari  pemantauan dan evaluasi, tinjauan manajemen serta peningkatan kinerja keselamatan konstruksi.

Diharapkan penyelenggaraan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dari Program Studi Teknik Industri Pamulang dapat membantu pelaku jasa konstruksi kecil untuk menerapkan rancangan dalam membantu meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), mengikuti program dicanangkan PT Triharja Jasa Utama dalam mematuhi peraturan yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam mengelola proyek konstruksi, memberikan masukan kepada kepala PT Triharja jasa utama dalam membuat kebijakan dan strategi dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta  memberikan gambaran langkah yang harus ditempuh selama dan pasca pandemi virus Covid-19 dalam meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). (sbs/rls)

You might also like
Comments
Loading...