Lakukan Cara Ini Untuk Meningkatkan Budaya Literasi

Oleh : Hifdiyah, Mahasiswi Jurusan Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Negeri Banten

Serang (18/06/2019) SatuBanten. News -Budaya literasi di era digital saat ini semakin pudar. Sebenarnya teknologi tidak sepenuhnya menjadi penyebab rendahnya budaya literasi minimnya fasilitas, dan tidak termotivasi menjadi penyebab lain rendahnya budaya literasi. Tetapi bisa di imbangi untuk menbangun agar lebih menjadi daya tarik bagi masyarakat. Membangun budaya literasi dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Misalnya, lingkungan keluarga. Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan budaya literasi. Beberapa orang dari mereka memperbaiki budaya literasi untuk anak-anak dan masyarakat, misalnya: mengoptimalkan perpustakaan dirumah, menulis buku harian, dan membuat kelompok bacaan.

Salah satu cara untuk meningkatkan literasi budaya dapat dimulai dari mengoptimalkan perpustakaan rumah. Tetapi sebelum kita mengoptimalkan perpustakaan rumah, kita harus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya membaca. Sehingga membaca akan menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Kesadaran akan manfaat yang ada dari membaca adalah: penting bagi anak-anak untuk menyukai membaca. Tidak hanya menghabiskan waktu, tetapi membaca juga bisa dijadikan hobi, telinga juga mendapatkan banyak keuntungan. Dengan membaca akan mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan yang sangat luas. Untuk membangun kesadaran membaca, sebagai orang tua harus menyediakan buku di rumah. Buku bacaan juga bisa di jadikan sebagai hadiah untuk anak-anak di rumah, orang tua juga harus mengajarkan agar anak-anak terbiasa membaca.

Disana akan digunakan untuk menambah koleksi buku. Jika telah mengumpulkan banyak buku, sediakan ruangan khusus untuk buku. Perpustakaan dan optimalisasi harus dilakukan dengan baik dan semenarik mungkin. Ciptakan suasana yang nyaman dan santai sehingga anak-anak tiggal di ruangan itu begitu lama. Hal ini tentu saja di imbangi oleh kesediaan orang tua untuk menyisihkan uang dan membeli buku. Para orang tua berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya membaca ketika keiasaan itu telah melekat pada anak-anak dengan baik. Pengoptimalan perpustakaan rumah oleh orang tua telah berhasil membangun budaya literasi.

Cara lain meningkatkan budaya literasi di era digital yaitu dengan menulis buku harian. Bukan hanya membaca tetapi menulis juga bagian dari meningkatkan budaya literasi setiap kegiatan sehari-hari juga dapat di tulis di buku harian. Selain itu, setiap saat yang tak terlupakan adalah hal yang paling menarik untuk menulis di buku harian sehingga di masa depan kita bisa melihatnya lagi. Menulis buku harian sebagai kebutuhan sehari-hari, akan muncul kesadaran dan munculnya daya tarik bagi yang melihat, menulis dan kita akan dapat manfaat, misalnya: merekam kenangan kita menjadi tulisan yang lengkap dengan hari dan tanggal setiap hari. Manfaat lain, kita bisa melihat perkembangan gaya penulisan dan tulisan. Lebih lama di jaman modern ini tulisan bisa dimulai dengan blog.

Karena generasi milineal sangat tertarik dengan teknologi, jadi saya pikir mereka akan memilih menulis di blog kemudian menulis di buku harian. Selain itu blog memiliki banyak vitur, seperti dapat berisi teks dan gambar bahkan video dalam postingan halaman. Menulis adalah kegiatan yang di mulai dengan membaca. Karena menulis dan membaca adalah kemampuan bahasa yang berkelanjutan oleh karena itu, biasanya yang suka menulis blog atau buku harian lebih banyak pengetahuan bahasa. Dari kedua cara meningkatkan budaya literasi, membuat kelompok bacaan adalah jalan yang tepat untuk menciptakan lingkungan dengan dukungan dari budaya literasi yang sedang berkembang.

Kelompok membaca adalah kumpulan orang yang mana suka membaca. Kamu bisa menciptakan sebuah perkumpulan untuk diskusi tentang buku yang telah di baca. Perkumpulan ini juga berguna untuk kamu referensi tentang buku yang telah kamu baca dan kamu suka. Membuat kelompok bacaan dengan anak tetangga adalah pemikiran yang benar, karena anak sering meluangkan waktu untuk bermain, maka para orang tua dan masyarakat membiasakan tetangga dan anak-anak mereka melakukan aktivitas yang berguna dengan membaca. Tanpa disadari hal itu akan menjadi kebiasaan tanpa paksaan.

Untuk jumlah yang terus meningkat, kemampuan menulis dan membaca akan meningkatkan kemapuan berpikir dan mengembangkan gaya tulisan dari budaya literasi itu sendiri. Budaya literasi di era milenial semakin pudar karena teknologi. Orang tua mempunyai peran penting dalam hal ini, untuk meperbaiki budaya literasi anak sejak usia dini. Misalnya: mengoptimalkan perpustakaan rumah, menulis buku harian, dan membuat kelompok bacaan. Jika para orang tua sukses menjalankan itu dengan baik maka budaya literasi anak akan tertanam di dalam diri anak dari usia dini. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...