Kumala, Permintaan Maaf Pamdal Bukan Untuk Hentikan Perkara

Serang (04/09/2019) SatuBanten. News – Pelantikan DPRD Provinsi Banten pada Senin, (02/19) diwarnai aksi demonstrasi serta pemukulan oknum Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) kepada mahasiswa.

Insiden pemukulan itu terjadi di dalam gedung Paripurna DPRD Provinsi Banten, beberapa saat sebelum pembacaan sumpah jabatan 85 anggota dewan terpilih.

Dikonfirmasi korban pemukulan oknum Pamdal adalah mahasiswa fakultas hukum Untirta yang juga sebagai anggota organisasi Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA).

Menyikapi kejadian itu Dede Kodir ketua umum koordinator Kumala mengecam segala bentuk tindakan represip kepada mahasiswa.

“Saya mengecam keras segala bentuk tindakan represip aparat, walau ada ihtikat baik permintaan maaf dari Koordinator Pamdal Provinsi Banten. Secara pribadi saya bisa memaafkan. Namun, kasus ini harus berlanjut. Jalur hukum sudah kami tempuh. Saya juga menginstruksikan seluruh anggota untuk mengawal isu ini. Tegasnya

Anggara Ket. Dept Advokasi media dan propaganda (AMP) Koordinator Kumala, juga menuntut kelembagaan DPRD Provinsi untuk bicara.

“Kami tunggu respon dari DPRD provinsi, terutama Sekertaris Dewan yang harus bertanggungjawab. Insiden pemukulan itu terjadi didalam gedung wakil rakyat. Gedung paripurna itu tempat adu gagasan, bukan adu fisik.” ujarnya

“Saya menyayangkan adanya tindakan premanisme disana. Ini telah memberikan citra yang buruk buat kelembagaan DPRD Banten. Kami meminta respon dari dewan dapil kab. Lebak untuk menyikapi ini. Tindak lanjutnya kita coba komunikasi ke BKD atau Inspektoran dalam upaya meninjau SOP pamdam dan pembinaannya.” Pungkas Anggara (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...