KUMALA Minta Dishub Lebak, Tertibkan Oknum Supir dan Kendek Nakal

Rangkasbitung (27/05/2019) SatuBanten News – Kenaikan tarif angkutan umum pada hari Raya Idul Fitri 1440 H, kenaikan tarif hanya berlaku sementara pada Hari ke-7 sebelum dan sesudah lebaran. Namun, kesesuaian tarif tersebut tidak di indahkan oleh perusahaan jasa trayek angkutan umum di terminal Mandala Rangkasbitung.

Dijelaskan Anggara, ketua dept. AMP Koordinator KUMALA. Realitanya bahwa masih banyak oknum angkutan umum yang meminta tarif diluar kebijakan yang diberikan oleh dinas perhubungan kabupaten Lebak (dishub)

“Kami mendengar keluhan dari penumpang yang mudik menggunakan angkutan umum di terminal mandala, bahwa di pinta tarif sangat besar bahkan jauh dari tarif normal yang diberikan oleh dishub. Ada juga penumpang yang memprotes malah mendapatkan intimidasi dan diturunkan sebelum tempat tujuan”. Ujarnya

Menyikapi hal ini dede abdul kodir ketua umum koordinator KUMALA, meminta dishub kab. Lebak menindak tegas oknum supir dan kendek tersebut.

“Secara organisasi memang Kumala diundang oleh dishub atas rencana kenaikan tarif lebaran atau biasa disebut Tuslah Idul Fitri, memang ada kenaikan sebesar 5%, 10% sampe 25% ini pun di lihat dari jauh dekat nya jarak yang di tempuh, dan itu sudah disepakati”. Jelasnya

Ia menambahkan bahwa atas kejadian ini meminta pada dishub kabupaten lebak agar melakukan tindakan tegas pada perusahan jasa angkutan umum atau oknum supir/kendek yang memberikan tarif diluar kesepakatan.

“Kalau bisa cabut sekalian izin trayeknya. Karna ini sudah menjadi kebiasaan dari tahun ke tahun selalu aja banyak oknum yg memanfaatkan dan ini di jadikan ajang mencari untung oleh oknum supir/kendek tersebut, saya berharap Dishub kab. Lebak jangan tutup mata Atau pura pura Tuli terkait masalah yang semakin marak dibicarakan masyarakat ini. ” tegas Dede (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...