Krakatau Steel Gandeng BUMN Karya Untuk Tingkatkan Laba

Cilegon (26/11/2018) Satubanten – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersepakat untuk menggunakan produk baja dari PT Krakatau Steel (KRAS) untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan head of aggreement (HoA) antara KRAS dengan keenamn perusahaan yang tergabung dalam BUMN Karya yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk [ WKST ], PT Wijaya Karya (Persero) Tbk [WIKA], PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk [ADHI], PT PP (Persero) Tbk [PTPP] dan PT Nindya Karya, Jum’at (23/11) di Kementerian BUMN.

Kerja sama tersebut diakui oleh Direktur Utama (Dirut) KRAS Silmy Karim merupakan langkah yang tepat dan strategis. Karena dapat memperbaiki situasi pasar baja dalam negeri dan juga dapat memperbaiki kualitas insfrastruktur yang dibangun BUMN Karya.

“Tujuan (kerja sama ini) utamanya yang pertama yakni untuk memperbaiki pasar baja dalam negeri. Negara kita menghadapi masalah yang penting yakni terkait industri baja dalam negeri, sedangkan kita tahu bahwa industri baja adalah Mother of Industries. Kemudian tujuan selanjutnya adalah untuk memperbaiki kualitas insfrastruktur yang dibangun oleh BUMN Karya itu sendiri dengan jaminan produk baja yang berkualitas dari Krakatau Steel,” tutur Silmy dalam wawancara bersama CNBC.

Untuk menambah nilai ekonomis untuk BUMN Karya, Silmy mengungkapkan akan memberikan penawaran harga yang kompetitif. Meskipun harga baja dari Krakatau Steel menjadi acuan harga baja nasional, tetapi Silmy mengatakan bahwa langkah ini ditempuh dengan penuh pertimbangan, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi KRAS sendiri.

“Kita juga melakukan investasi-investasi dan juga meningkatkan produksi KS sendiri sehingga hal ini bisa menekan fix cost, dan kita juga mencari sourching-sourching yang kiranya bisa menekan harga. Dan yang terpenting disini adalah bagaimana caranya kita menguasai market,” sambung Silmy.

Baca Juga : KBS Tunda IPO, Pelindo II Akuisisi 49% Saham

Meskipun meberikan harga yang kompetitif, Silmy mengatakan bahwa kualitas baja yang baik tetap menjadi prioritas utama. Karena KRAS juga bertujuan menyokong fokus pembangunan nasional Indonesia yang yakni pada pembangunan infrastruktur. Dengan demikian bisa tercipta insfrastruktur dengan harga dan kualitas yang kompetitif.

“Kita targetkan itu mendekati 3 miliar dollar di tahun 2019. Kita juga sudah siapkan fasilitas yang akan menambah produksi sebesar 1,5 juta ton di tahun 2019. Kalau kita ambil misalnya kisaran 600-700 dollar itu kan kira-kira total sekitar 10 triliun yang akan menjadi tambahan bagi revenue KS di tahun 2019 nanti,” imbuhnya.

Melalui kerja sama tersebut Silmy juga mengungkapkan bahwa kedepan akan mendorong KS meraih keuntungan lebih. Mengingat beberapa tahun terakhir KS mengalami kerugian berturut-turut. Silmy mengungkapkan bahwa pemerintah juga akan melakuakn perbaikan-perbaikan di beberapa kebijakan yang kurang menguntungkan.

“Di tahun 2019 ini kita punya target KS Biru, yang tadinya adalah KS Untung kita ganti menjadi KS Biru. Kita ingin di 2019 ini kita punya keuntungan dan kita yakin itu bisa terjadi karena pemerintah juga akan melakukan perbaikan-perbaikan pada kebijakan yang ada,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...